Kesehatan

3 Bahaya Konsumsi Daging Anjing, Bisa Mengancam Bidang Kesehatan Individu

Liputan76 – Polrestabes Semarang baru sekadar mengamankan sebuah truk yang tersebut mengangkut 200 lebih tinggi ekor anjing yang mana diduga tanpa dokumen resmi, Hari Sabtu (06/01).

Truk pembawa banyak ekor anjing itu diamankan pada waktu melintas masuk Gerbang Tol Kalikangkung, Semarang, Jawa Tengah. Dikabarkan, anjing-anjing itu akan dijagal ke warung makan di area Solo.

Sebagai informasi, Solo menjadi salah satu kota dengan tingkat konsumsi daging anjing yang mana tinggi. Berdasar laporan Dog Meat Free Indonesia, pada tahun 2020 sebanyak 13,700 anjing dikonsumsi dalam kota ini.

Terkait konsumsi daging anjing, perlu diketahui Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan menyebutkan bahwa daging anjing bukanlah termasuk barang pangan.

Ilustrasi Anjing -Photo by Sasha Sashina on Unsplash
Ilustrasi Anjing -Photo by Sasha Sashina on Unsplash

Selain bukanlah termasuk komoditas pangan, konsumsi daging anjing sebenarnya mempunyai beberapa jumlah bahaya, antara lain:

1. Rabies

Salah satu bahaya dari makan daging anjing adalah adanya risiko penyebaran rabies. sebabnya ketika penyembelihan, penjagal dapat dengan mudah terinfeksi rabies dan juga menyebarkan penyakit ke anjing lain juga manusia.

2. Infeksi bakteri

Ada banyak sekali bakteri yang mana dapat menjangkit manusia sebab konsumsi daging anjing, termasuk parasit Trichinellosis. Hal ini adalah salah satu parasit yang dimaksud dapat dengan mudah ditularkan dari anjing yang dimaksud terinfeksi ke manusia.

Pada manusia, parasit Trichinellosis dapat menyebabkan peradangan pada pembuluh darah serta dapat berakibat fatal apabila tiada segera diobati.

Selain itu, konsumsi daging anjing juga dapat memicu infeksi parasit seperti E.Coli107 juga salmonella.

Ilustrasi anjing (shutterstock)
Ilustrasi anjing (shutterstock)

3. Kolera

Melansir One Green Planet, sepanjang proses pengangkutan masal anjing untuk dipotong juga diolah menjadi makanan, bakteri Vibrio cholerae dikatakan mudah menyebar lalu tumbuh biak.

Vibrio cholerae merupakan pemicu penyakit kolera, yang mana dapat memicu diare cair yang tersebut parah sehingga memicu dehidrasi. Jika tak mendapat perawatan segera, kondisi ini dapat berujung kematian.

(Sumber: Suara.com)

Related Articles

Back to top button