Lifestyle

Ajak Empat Cucu ke Monas, Netizen Malah Fokus dengan Kondisi Rambut Presiden Jokowi: Sedih Banget Sampai Hampir Botak

Liputan76 – Presiden Joko Widodo (Jokowi) terlihat meminta empat cucunya, Jan Ethes, La Lembah Manah, Sedah Mirah kemudian Panembahan Al Nahyan berlibur ke Monumen Nasional atau Monas pada Mingguan (25/2/2024). 

Momen ini pun segera menyita perhatian pengunjung yang mana hadir hingga tak sedikit yang mana meminta-minta foto bersatu dengan orang nomor satu pada Indonesia tersebut. Saat melayani foto, tak sedikit yang salah fokus dengan kondisi rambut Presiden Jokowi pada waktu ini.

Dalam video yang mana diposting akun TikTok @amier.mahmud terlihat Presiden Jokowi berjalan ke pelataran Monas bersatu rombongan. Ia terlihat mengenakan kaos lengan panjang berwarna biru dan juga celana panjang hitam.

Sambil menggendong La Lembah Manah, putri Gibran Rakabuming Raka juga Selvi Ananda, Presiden Jokowi tampak ramah menyapa pengunjung yang digunakan sedang mengantre. 

Saat berfoto dengan salah satu pengunjung, rambut Presiden Jokowi yang tersebut biasanya dibelah samping terlihat begitu menipis, bahkan hampir mengalami kebotakan.

Hal ini lantas mengundang netizen untuk berkomentar kemudian menghubungkannya dengan tekanan mengurus negara selama 10 tahun belakangan. Tak sedikit yang tersebut merasa sedih serta terharu melihatnya.

“Sedih bgt bpk jokowi menjabat presiden dari rambut hitam lebat sekarang hampir botak. Seimbang terus presiden terbaik,” ujar @okexxxx.

“Dari dulu merhatiin pakde owi,makin lama makin pethak, ketauan banget kalo berbagai mikir buat rakyat, sehat-sehat selalu pak,” kata @anixxxx.

“Presidenku mikir negara juga bangsa sampe pitak. Ga berasa udah mau 10th aja lho kaya baru kemarin,” ucap @akuxxx.

“Mbah owi, rambutnya rontok jg to, matur swn mbah owi, udah menjadi bpk yg luar biasa, hatimu luar biasa, sehat2 trs ya mbahh,” tambah @zaixxxx.

Dikutip Halodoc, stres berkepanjangan dapat menyebabkan muncul gangguan kesehatan, termasuk rambut rontok yang tersebut berujung pada kebotakan. Ada tiga jenis kebotakan yang digunakan bisa saja muncul akibat stres, yaitu: 

Alopecia areata

Saat tubuh mengalami stres atau permasalahan emosional, risiko munculnya alopecia areata menjadi lebih banyak besar. Kondisi ini menyebabkan kebotakan akibat peradangan atau penyakit autoimun. Selain kondisi emosional, ada berbagai hal yang mampu memicu alopecia areata, di area antaranya penyakit autoimun, genetik, juga faktor lingkungan. 

Kebotakan ini umumnya menyerang dermis kepala, tetapi juga dapat terjadi pada area tubuh lain yang mana dipenuhi rambut. Kerontokan rambut pada kondisi ini umumnya memiliki pola melingkar juga bersifat progresif. Selain itu, kebotakan juga bisa jadi terjadi secara menyeluruh di area area kepala. Hingga saat ini belum diketahui apa penyulut kondisi ini, tetapi kebotakan diduga terkait dengan stres. 

Telogen Effluvium 

Rambut rontok sebenarnya adalah hal yang tersebut wajar terjadi. Dalam satu hari, umumnya rambut akan rontok sebanyak 100 helai. Namun, ada kondisi tertentu yang dimaksud bisa saja menimbulkan seseorang mengalami kerontokan lebih banyak dari itu serta biasanya disertai stres. Kondisi yang disebutkan dikenal dengan istilah telogen effluvium. 

Trikotilomania

Stres mampu menimbulkan seseorang melakukan hal-hal yang mana kemungkinan besar meningkatkan risiko rambut rontok, hal itu disebut dengan trikotilomania. Hal ini menyebabkan pengidapnya terbiasa menarik rambut tanpa disadari. Kebiasaan ini sanggup merusak rambut lalu mengakibatkan rambut botak akibat terlalu banyak ditarik.

Kebotakan pada kepala memang sebenarnya tak berbahaya, tetapi bisa jadi menyebabkan pengidapnya jadi tiada percaya diri. Selain itu, rambut rontok yang mana terjadi secara berlebihan pun sebaiknya bukan dianggap sepele begitu saja. Bisa jadi, rambut rontok muncul dikarenakan ada yang tersebut salah dengan kondisi tubuh. 

Related Articles

Back to top button