Ekonomi

Alasan Harga Beras Premium Naik, Bapanas Ungkap Kapan Pasokan Melimpah

Liputan76 – Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi menyatakan bahwa pemberlakuan sementara relaksasi Harga Eceran Tertinggi (HET) beras premium bertujuan untuk menjaga stabilitas pasokan serta nilai beras dalam bursa selama bulan Ramadan 1445 Hijriah.

“Aset Badan Pangan Nasional (Bapanas) memutuskan untuk memberlakukan relaksasi sementara Harga Eceran Tertinggi (HET) beras premium, pasca mempertimbangkan situasi ketersediaan, pasokan, lalu tarif beras premium pada pangsa tradisional juga ritel modern. Langkah ini diperlukan untuk menjaga stabilitas pasokan juga nilai tukar beras premium dalam tingkat konsumen,” ujar Arief di pernyataannya di dalam Jakarta, pada hari Selasa (12/3/2024)

Kebijakan tersebut, yang mana diberlakukan oleh otoritas melalui Badan Pangan Nasional, akan mulai berlaku sementara dari tanggal 10 Maret hingga 23 Maret.

“Relaksasi HET beras premium ini berlaku sementara selama 2 minggu, sejak 10-23 Maret. Setelah tanggal itu, nilai beras premium kembali mengikuti HET sesuai Peraturan Badan Pangan Nasional (Perbadan) Nomor 7 Tahun 2023,” ucap Arief, disitir dari Antara.

Dia menyampaikan penerapan relaksasi HET sementara agar publik dapat lebih besar nyaman pada menjalankan ibadah di dalam bulan puasa serta tiada kesulitan memperoleh akses pembelian beras dalam pasar.

“Nanti pada minggu keempat, kita meyakini pasokan lalu ketersediaan beras akan semakin bertambah dengan adanya panen padi,” ucapnya.

Adapun relaksasi HET beras premium yang tersebut diberlakukan sementara ini menyasar pada delapan wilayah. HET disesuaikan menjadi adanya selisih lebih besar Rp1.000 per kilogram (kg) dibandingkan HET sebelumnya.

Pada wilayah Jawa, Lampung, dan juga Sumatra Selatan diberlakukan relaksasi HET beras premium menjadi Rp14.900 per kg dari HET sebelumnya di tempat Rp13.900 per kg.

Kemudian wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatra Barat, Bengkulu, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, kemudian Kepulauan Bangka Belitung relaksasi HET beras premium diberlakukan Rp15.400 per kg dari HET sebelumnya Rupiah 14.400 per kg.

Untuk wilayah Bali serta Nusa Tenggara, relaksasi HET beras premium di area Rp15.400 per kg dari HET sebelumnya Mata Uang Rupiah 14.400 per kg. Hal ini juga berlaku mirip di area wilayah Nusa Tenggara Timur dengan relaksasi HET beras premium Rp15.400 per kg dari HET sebelumnya Simbol Rupiah 14.400 per kg.

Sementara untuk wilayah Sulawesi, relaksasi HET beras premium menjadi Rp14.900 per kg dari HET sebelumnya Rp13.900 per kg. Untuk wilayah Kalimantan, relaksasi HET beras premium menjadi Rp15.400 per kg dari HET sebelumnya Mata Uang Rupiah 14.400 per kg.

Untuk area Maluku, relaksasi Harga Eceran Tertinggi (HET) beras premium telah dilakukan dinaikkan menjadi Rp15.800 per kilogram dari sebelumnya Rp14.800 per kilogram. Sementara itu, relaksasi HET beras premium untuk wilayah Papua juga serupa dengan Maluku.

Arief menjelaskan bahwa untuk memantau pelaksanaan relaksasi HET beras premium, Bapanas telah lama melibatkan Satgas Pangan Polri. Pengawasan akan diadakan secara berkala di tempat pangsa tradisional dan juga ritel modern.

“Selain itu, pada rangka penyaluran beras inisiatif Stabilisasi Pasokan serta Harga Pangan (SPHP) beras medium, kami sama-sama Perum Bulog tetap saja menjalankannya dengan nilai pemasaran yang digunakan serupa seperti sebelumnya. Sesuai arahan Presiden, target penyaluran beras SPHP akan ditingkatkan kecepatannya hingga mencapai 250 ribu ton per bulan,” ujar Arief.

Arief juga menambahkan bahwa sesuai dengan Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 7 Tahun 2023 tentang HET Beras, HET beras medium sudah pernah ditetapkan sebesar Rp10.900 per kilogram untuk Zona 1 yang digunakan mencakup Jawa, Lampung, Sumsel, Bali, NTB, lalu Sulawesi. Untuk Zona 2 yang meliputi Sumatra selain Lampung lalu Sumsel, NTT, dan juga Kalimantan, HET beras medium adalah Rp11.500 per kilogram. Sedangkan untuk Zona 3 yang digunakan mencakup Maluku dan juga Papua, HET beras medium adalah Rp11.800 per kilogram.

Pemberlakuan relaksasi HET beras premium ini telah lama disampaikan melalui surat Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 102/TS.02.02/K/3/2024 tanggal 8 Maret 2024 untuk berbagai asosiasi pelaku perniagaan pangan seperti Aprindo, Hippindo, Ikappi, APPSI, Asparindo, idEA, Perpadi, juga para pemasok juga supplier beras, termasuk Ketua Satgas Pangan Polri lalu Kepala Baintelkam Polri.

Related Articles

Back to top button