Kesehatan

Anak Lumpuh oleh sebab itu Polio Padahal Imunisasi Lengkap, Kok Bisa? Pakar Ungkap Faktanya

Liputan76 – Kementerian Aspek Kesehatan ungkap pemicu anak telah sudah ada divaksinasi polio lengkap tapi masih mengalami lumpuh layu akut lantaran virus polio.

Direktur Jenderal Pencegahan lalu Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes, dr. Maxi Rein Rondonuwu mengakui 3 tindakan hukum anak lumpuh layu akut yang mana ditemukan di area Jawa Tengah lalu Jawa Timur semuanya telah mendapat vaksinasi polio.

Hanya belaka kata Maxi, meskipun telah mendapat vaksin polio tapi tiada lengkap, yaitu merupakan 4 kali vaksin polio tetes atau vaksin polio OPV ditambah 2 kali vaksin polio suntik atau vaksin IPV.

Petugas kondisi tubuh memberikan imunisasi polio terhadap murid sekolah ketika berlangsung vaksinasi massal di dalam Pusat Kota Pidie, Daerah Pidie, Aceh, Hari Senin (28/11/2022). [ANTARA FOTO/Ampelsa/hp]
Petugas kebugaran memberikan imunisasi polio untuk murid sekolah ketika berlangsung vaksinasi massal di tempat Perkotaan Pidie, Wilayah Pidie, Aceh, Awal Minggu (28/11/2022). [ANTARA FOTO/Ampelsa/hp]

“Divaksin kan tapi belum lengkap, makanya vaksin polio oral mulai kita introduksi, harus ditambah supaya betul-betul kebal tambah dengan IPV yang dimaksud injeksi yang tersebut disuntik 2 kali, kalau ini lengkap polio 4 kali dan juga suntik 2 kali saya rasa akan jadi (lebih terlindungi),” ujar Maxi pada Ibukota Selatan, Rabu (17/1/2024),

Selanjutnya, ada juga tindakan hukum anak lumpuh layu akut sudah ada mendapat vaksinasi polio lengkap, hanya saja cuma keadaan anak yang dimaksud di kondisi malnutrisi atau nutrisi tubuh yang mana tidak ada seimbang, bisa jadi kekurangan atau kelebihan gizi alias obesitas.

Kondisi ini yang mana menyebabkan sistem kekebalan tubuh anak melemah, lalu mudah terinfeksi virus polio meskipun sudah ada divaksinasi sekalipun.

Apalagi khusus kondisi anak malnutrisi kategori gizi buruk, menurut Kepala Satuan Tugas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Prof. Dr. Hartono Gunardi, Sp.A(K) menilai mampu menghasilkan sistem kekebalan tubuh tidaklah maksimal kendati telah mendapatkan vaksinasi.

“Kalau gizi buruk itu ia tidaklah bisa saja membentuk kekebalan pada proses kadar yang dimaksud optimal sehingga meskipun sudah ada diimunisasi oleh sebab itu gizi buruk. Jadi itulah status gizi harus baik, kalau hanya sekali divaksin status gizi jelek itu nggak optimal. Jadi harus bareng,” papar Prof. Hartono di area lokasi yang mana sama.

Adapun rincian 3 anak alami lumpuh layu akut lantaran virus polio, sebagai berikut:

  1. Dialami oleh anak perempuan berusia 6 tahun, berdomisili di area Jawa Tengah, lalu berinisial NH. Berdasarkan pengakuan orang tua, NH mengalami lumpuh layu akut pada 20 November 2023 dengan riwayat imunisasi polio tetes (OPV) belaka 2 kali.
  2. Dialami oleh anak laki-laki berusia 1 tahun 11 bulan, berdomisili di area Jawa Timur, dan juga berinisial MAF. MAF mengalami lumpuh pada 22 November 2023 dengan riwayat imunisasi lengkap (4 vaksin polio tetes lalu 2 vaksin polio suntik) tapi hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa anak mengalami malnutrisi.
  3. Dialami oleh anak laki-laki berusia 3 tahun 1 bulan, berdomisili pada Jawa Timur, lalu berinisial MAM. MAM mengalami lumpuh pada 6 Desember 2023 dengan riwayat vaksin polio tetes 4 kali lalu polio suntik (IPV) 1 kali berdasarkan pengakuan orang tua.

(Sumber: Suara.com)

Related Articles

Back to top button