Nasional

Analisis Debat Cawapres: Perspektif Gibran Lebih Pro Pengusaha, Bertolak Belakang dengan Muhaimin kemudian Mahfud

Liputan76 – Direktur Algoritma Research and Consulting, Aditya Perdana, menganilisis penyampaian dari masing-masing calon duta presiden pada debat Pilpres keempat, Mingguan (21/1) malam. Hasilnya, Muhaimin Iskandar kemudian Mahfud MD dinilai memiliki kesamaan perspektif, sementara Gibran Rakabuming Raka berbeda.

“Secara substansi terlihat Gus Imin juga Prof Mahfud miliki perspektif kritis terhadap isu-isu lingkungan, SDA ataupun desa,” ujar Aditya pada keterangannya, Mulai Pekan (22/1/2024).

Aditya mengungkapkan pendekatan yang tersebut disampaikam keduanya adalah bagaimana ada sejumlah kondisi kemudian situasi yang dimaksud tak adil bagi para petani, kelompok penduduk adat akibat eksploitasi sumber daya alam yang dimaksud ada. Di antara keduanya juga turut menyoroti tentang persoalan banyaknya mafia yang digunakan andil pada memperumit persoalan hukum lingkungan serta lainnya.

“Sehingga pendekatan kebijakan yang digunakan mereka tawarkan di kerangka people oriented juga partisipatif agar dapat mengatasi berbagai permasalahan yang tersebut selama ini terus berulang, teristimewa yang tersebut bersinggungan dengan kebijakan,” kata dia.

“Bahkan opsi untuk membereskan birokrasi dan juga pembenahan terhadap aparat penegak hukum yang dimaksud main mata pada penyalahgunaan juga eksploitasi SDA juga disampaikan oleh Prof Mahfud sebagai salah satu strategi yang ingin dilakukan,” Aditya menambahkan.

Sementara itu, menurut dosen Pengetahuan Politik FiSIP Universitas Indonesia ini, perspektif Gibran justru sebaliknya.

Aditya menyatakan Gibran tambahan berbagai menekankan bagaimana kebijakan yang tersebut telah dilakukan ada untuk dilanjutkan juga membuka ruang yang dimaksud luas bagi upaya pengembangan bidang usaha kemudian perluasan usaha di tempat sektor energi dan juga lingkungan hidup (green economy).

Ia berujar pendekatan yang tersebut disampaikan oleh Gibran memiliki perspektif yang jelas untuk para pengusaha perusahaan serta memberikan optimisme untuk munculnya green jobs di area masa depan.

“Perspektif ini yang dimaksud lebih banyak pro, entrepreneur tentu bertolak belakang dengan apa yang mana disampaikan oleh paslon 01 dan juga 03 yang menekankan penyelenggaraan yang dimaksud adil bagi semua pihak juga tak ada yang digunakan tertinggal. Ini adalah lah poin penting secara substantif di perdebatan yang tersebut ada kemarin,” kata Aditya.

Sebelumya, di pertemuan paparan visi misi, Gibran bicara perihal kesempatan terciptanya 19 jt lapangan pekerja. Syaratnya keberlanjutan terhadap jadwal hilirisasi.

Hal itu disampaikan Gibran di paparan visi misi di dalam debat cawapres di area Ibukota Indonesia Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta.

Ketiga Cawapres saling bersalaman usai debat Capres-Cawapres keempat pada JCC Senayan, Jakarta, Mnggu (21/1/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]
Ketiga Cawapres saling bersalaman usai debat Capres-Cawapres keempat pada JCC Senayan, Jakarta, Mnggu (21/1/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]

“Bapak, ibu yang dimaksud saya hormati, teman-teman sesama anak muda, apabila jadwal hilirisasi, pembagian merata pembangunan, transisi menuju energi hijau, perekonomian kreatif, UMKM bisa saja kita kawal, insyaallah akan terbuka 19 jt lapangan pekerjaan untuk generasi muda dan juga kaum perempuan,” kata Gibran, Mingguan (21/1/2024).

Giban lantas bicara potensi terciptanya pekerjaan hijau atau green jobs. Green jobs sendiri merupkan pekerjaan yang digunakan membantu pelestarian lingkungan.

“5 jt di area antaranya adalah green jobs. Green jobs ini adalah prospek kerja pada bidang kelestarian lingkungan. Green jobs ini adalah trend potensi kerja masa pada saat ini juga masa depan,” kata Gibran.

(Sumber: Suara.com)

Related Articles

Back to top button