Ekonomi

Anggotanya Bertambah Tapi Nama BRICS Tetap Dipakai, Hal ini Alasannya

Liputan76 – JAKARTA – Komunitas perekonomian BRICS akan tetap saja mempertahankan namanya ketika ini meskipun sudah terjadi ekspansi pada blok tersebut. Menurut Wakil Menteri Luar Negeri Sergey Ryabkov, yang tersebut juga merupakan sherpa Rusia di kelompok tersebut, hal itu akibat BRICS adalah merek “merek dagang” yang dimaksud sudah ada dikenal.

“Satu hal yang digunakan harus diperjelas: Para pemimpin pada Johannesburg setuju bahwa meskipun terjadi ekspansi pada tanggal 1 Januari, kelompok baru yang mana lebih tinggi besar akan masih menggunakan namanya, BRICS. Titik. Bukan ‘BRICS-plus’, tapi BRICS. Itu sebuah merek. Itu adalah merek dagang terkenal. Dan hal ini akan tetap saja seperti itu,” ungkap Ryabkov seperti dilansir Russia Today, Hari Sabtu (16/3/2024).

Ryabkov mengacu pada KTT BRICS tahun 2023 di dalam Johannesburg, Afrika Selatan, di area mana anggota baru secara resmi diundang untuk bergabung dengan kelompok tersebut. BRICS adalah singkatan dari Brazil, Russia, India, China, serta South Africa, yang merupakan anggota awal blok tersebut.

Lima negara lainnya – Ethiopia, Arab Saudi, Iran, Mesir, kemudian Uni Emirat Arab – bergabung dengan BRICS pada awal tahun ini sebagai bagian dari ekspansi besar-besaran. Organisasi itu juga tetap memperlihatkan membiarkan pintu terbuka untuk penambahan anggota lebih lanjut lanjut.

BRICS yang diperluas menyumbang sekitar 30% perekonomian global, kemudian mempunyai total populasi sekitar 3,5 miliar, atau 45% dari penduduk dunia.

Pengaruh urusan politik dan juga kegiatan ekonomi blok yang dimaksud telah dilakukan meningkat secara signifikan sejak sanksi keras diberlakukan terhadap Rusia oleh Amerika Serikat dan juga sekutunya pasca dimulainya konflik negara Ukraina pada tahun 2022. Anggota BRICS belum bergabung dengan kampanye Barat kemudian melanjutkan atau meningkatkan perdagangan dengan Rusia.

Banyak negara lain yang telah terjadi menyatakan minatnya untuk menjadi anggota BRICS, serta beberapa telah lama secara resmi mengajukan permohonan, termasuk Venezuela, Thailand, Senegal, Kuba, Kazakhstan, Belarusia, Bahrain, lalu Pakistan.

Related Articles

Back to top button