Kesehatan

Apakah Ibu Menyusui Boleh Berpuasa? Hal ini Syaratnya

Liputan76 – JAKARTA – Apakah ibu menyusui boleh berpuasa? Ini adalah persyaratan serta hal-hal yang dimaksud harus diperhatikan. Mom harus paham!

Berpuasa adalah ibadah wajib bagi semua umat muslim. Namun, sebagai agama yang dimaksud tiada membebani umatnya, Islam memberikan keringanan bagi mereka itu yang tersebut berhalangan untuk menjalankan puasa, seperti ibu hamil lalu menyusui.

Sering kali bagi ibu yang digunakan sedang pada fase menyusui ingin terlibat berpuasa, namun khawatir air susu yang tersebut mengundurkan diri dari tidak ada mencukupi untuk keperluan sang anak. Sehingga rutin muncul pertanyaan ‘apakah aman bagi ibu menyusui untuk terlibat berpuasa?’ Mari simak penjelasannya.

Apakah Aman bagi Ibu Menyusui Berpuasa?

Menurut beberapa sumber, berpuasa bagi ibu menyusui boleh dilakukan, tergantung kondisi tubuh sang ibu juga anak juga faktor-faktor lainnya. Sehingga diperlukan konsultasi dengan dokter ahli apakah asupan gizi dan juga ASI ibu cukup untuk sang anak walaupun sedang berpuasa.

Pada umumnya berpuasa tidaklah mempengaruhi produksi ASI secara signifikan, baik kualitas maupun kuantitasnya, dengan catatan gizi ibu dapat terpenuhi dengan baik sewaktu sahur kemudian berbuka.

Tips Berpuasa bagi Ibu Menyusui

Jika diperbolehkan berpuasa oleh dokter ahli, ibu tetap saja harus memperhatikan pola makan lalu aktivitas selama berpuasa. Untuk masih memperoleh ASI yang tersebut maksimal, berikut tips yang dapat dilakukan.

1. Perbanyak Konsumsi Air Putih ketika Sahur kemudian Berbuka

Cairan merupakan hal penting yang dimaksud harus tetap saja terpenuhi bagi orang yang mana berpuasa. Terlebih untuk ibu menyusui, sehingga pastikan agar ibu tidaklah kekurangan cairan di tubuh sebab apabila hal ini terjadi dapat mempengaruhi produksi ASI yang dimaksud tiada maksimal.

Ibu yang mengalami dehidrasi dapat dikenali dengan gejala seperti mulut juga bibir kering, urin berwarna lebih tinggi gelap, sakit kepala, lalu mudah lelah. Jika hal ini terjadi ibu, sebaiknya segera membatalkan puasa untuk kebaikan diri serta bayi.

2. Konsumsi Asupan Kaya Nutrisi juga Protein

Dengan mengonsumsi asupan yang mana kaya akan mineral, karbohidrat, protein, lemak, hingga vitamin melalui makanan seperti sayur-sayuran, daging ayam, buah, ikan salmon, serta kacang-kacangan, dapat meningkatkan produksi ASI selama berpuasa.

Ibu menyusui setidaknya membutuhkan tambahan kalori sekitar 700 kkal/hari dengan rincian 500 kkal berasal dari makanan yang tersebut dikonsumsi kemudian 200 kkal berasa dari cadangan lemak di tempat tubuh, sehingga penting bagi ibu untuk menjaga pola makan serta tidak ada melewatkan asupan yang disebutkan baik ketika sahur maupun berbuka.

3. Hindari Aktivitas yang Terlalu Berat

Dengan menjalani aktivitas yang dimaksud terlalu berat tentunya energi yang diperlukan akan semakin besar. Jika hal ini terjadi, cadangan nutrisi yang dimaksud disimpan sejak sahur akan terkuras lalu ibu akan datang kehilangan nutrisi yang dimaksud mana ini akan berpengaruh pada produksi ASI selama berpuasa.

Ibu akan menjadi lebih banyak lemas serta ASI yang diproduksi akan kurang maksimal, baik di kuantitas maupun kualitas, sehingga sangat penting untuk menjaga aktivitas pada waktu sedang berpuasa.

4. Menyediakan Stok ASI Cadangan

Menyediakan ASI cadangan dapat menjadi salah satu alternatif bagi ibu menyusui. Dengan menyiapkan ASI dalam pada waktu berbuka juga sahur, ibu bukan perlu khawatir akan asupan ASI bagi bayinya.

Namun, perlu diperhatikan metode penyimpanan ASI, dari tempat hingga suhu penyimpanan yang baik dan juga benar, agar nutrisi yang tersebut terkandung pada ASI tak rusak serta masih higienis.

5. Istirahat yang digunakan Cukup

Selain menjaga asupan nutrisi lalu aktivitas, ibu juga masih harus memperhatikan pola istirahat yang cukup. Hindari aktivitas yang terpapar sinar matahari secara langsung terlalu sering. Segera mencari tempat berteduh atau istirahat jikalau dirasa mulai kelelahan. MG/Rihhadatul Aisy

Related Articles

Back to top button