Nasional

Berada di area Tengah Perkantoran, Alasan Masjid Istiqlal Gunakan Speaker Dalam Sejak Dulu

Liputan76 – JAKARTA – Imam Besar Masjid Istiqlal , Nasaruddin Umar menyatakan, Masjid Istiqlal sejak dulu telah terjadi menggunakan pengeras pengumuman ke di untuk pelaksanaan salat tarawih, ceramah/kajian Ramadan, maupun tadarus Al-Qur’an. Hal ini dikarenakan Masjid Istiqlal terletak pada tengah-tengah wilayah perkantoran.

“Kita memang benar di area Istiqlal azannya pergi dari tapi untuk yang mana lainnya ke di oleh sebab itu di tempat di tempat ini ada Istana, dalam tengah-tengah perkantoran. Istiqlal berada tidaklah pada berada dalam warga tapi di dalam sedang kantor jadi azannya diperdengarkan mengundurkan diri dari dengan tarhimnya tapi ceramahnnya tidaklah (keluar),” kata Nasaruddin pada waktu ditemui wartawan di area Masjid Istiqlal, Selasa (12/3/2024).

Alasan lainnya, Masjid Istiqlal yang dimaksud merupakan masjid terbesar di tempat Asia Tenggara ini dapat menampung hingga 300.000 jemaah, sehingga aspek syiar Islamnya sudah pernah terpenuhi. “Di halaman Istiqlal ini mampu menampung sampai 300.000 orang. Jadi aspek misinya itu sudah ada terpenuhi dengan besar nya masjid ini,” katanya.

“Istiqlal ini kan masjid yang tersebut sangat besar, jemaahnya kurang pada sekitar sini. Jadi jemaah kita di area Istiqlal itu besarnya pada pada waktu Ramadan, kalau hari biasa belaka separuhnya, kecuali ada hari hari besar,” katanya.

Namun berbeda jikalau masjid yang dimaksud mempunyai kapasitas yang dimaksud kecil, sehingga mengharuskan speaker ke luar agar suaranya dapat terdengar hingga ke jemaah paling belakang.

“Kecuali di tempat sedang publik yang dimaksud masjidnya kecil, tiada muat jemaah mungkin saja itu yang mana memerlukan bantuan sound system. beliau mampu mendengarkan dalam rumahnya masing-masing,” katanya.

Sebelumnya, Kementerian Agama (Kemenag) sudah pernah menerbitkan edaran penyelenggaraan ibadah Ramadan juga Idulfitri 1445 H pada 26 Februari 2024. Dalam edaran ini juga memuat aturan penyelenggaraan pengeras pengumuman di area masjid serta musala.

Aturan itu tergantung di Surat Edaran Menteri Agama RI Nomor SE. 1 Tahun 2024 tentang Panduan Penyelenggaraan Ibadah Ramadan juga Hari Raya Idul Fitri Tahun 1445 Hijriah/2024 Masehi.

Related Articles

Back to top button