Ekonomi

Berkat KUR Mikro BRI, Usaha Ayam Penyet Lancar, Anak Pun Maju Diwisuda

Liputan76 – JAKARTA – Wajah Fitriasih terlihat berkaca-kaca. Ingatannya menerawang ke masa satu tahun lalu, pada waktu dirinya sangat membutuhkan uang untuk modal usaha, sekaligus wisuda sang anak. Langkah beraninya mengajukan pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) MIkro dalam PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. ( BBRI ) ternyata bukanlah kebijakan salah.

Terbukti, Fitriasih sanggup terus menjalankan perniagaan ayam penyetnya dalam Jalan Bendungan Hilir (Benhil) no 1B RT 12 RW01 Kelurahan Benhil Kecamatan Tanah Abang Ibukota Pusat. Hasil usahanya itu, antara lain sanggup untuk memenuhi impiannya: membayar biaya wisuda anak tercinta. Sebelumnya, perempuan yang digunakan akrab disapa Fitri ini kerap dibayangi ketakutan. Sebab, jikalau tidaklah bisa saja melunasi biaya yang digunakan dipersyaratkan, anaknya gagal diwisuda.

“Saat itu, saya bingung dikarenakan butuh uang. Karena, selain untuk modal juga untuk bayar wisuda anak. Makanya, saya memberanikan diri m datang ke kantor BRI untuk mengajukan pinjaman. alhamdulillah, pengajuan pinjaman saya Rp20 jt pada waktu itu dengan segera disetujui. Prosesnya cepat,” tutur Fitriasih ketika berbincang dengan Sindonews dalam warung ayam penyetnya di area kawasan Benhil, Tanah Abang, Ibukota Indonesia Pusat, hari terakhir pekan (8/3/2024)

Syarat Mudah

Fitri mengaku tak menemui kendala sat mengajukan KUR Mikro BRI. Modalnya, cuma KTP dan juga bukti bahwa ia memang sebenarnya betul memiliki m usaha. Setelah itu, pihak BRI melakukan survei lapangan. Tak butuh waktu lama, pengajuan pinjamannya pun disetujui.

“Saya sendiri juga bingung, kenapa pengajuannya pinjaman saya prosesnya mudah. Intinya proses pelayanan BRI sangat cepat,” ujar Fitri yang dimaksud mengaku merantau ke DKI Jakarta dari Tegal Jawa Tengah sama-sama dengan kakaknya sejak tahun 2000.

Pelanggan Tetap Pekerja Kantoran

Saat ini bidang usaha ayam penyet Fitri yang juga menyediakan lele penyet, ikan serta ayam bakar berjalan seperti yang diharapkannya. Fitri pun sudah ada mempunyai pelanggan tetap. Pekerja kantoran sekitar Jalan Sudirman lalu juga Benhil menjadi langganan Fitri mendulang rupiah. Buka mulai dari jam 10.00 Waktu Indonesia Barat kemudian tutup sekitar jam 16.00 WIB, Fitri mengaku penghasilannya dari berjualan ayam penyet sudah ada sanggup menangguhkan keperluan hidupnya sehari hari.

“Paling keperluan utama saya per bulan itu cuma bayar kontrakan sekitar 1 jutaan sekian. Penghasilan dari ayam penyet di sebulan masih sisa banyak untuk ditabung,” ujar perempuan berusia 39 tahun ini.

Related Articles

Back to top button