Ekonomi

Biar Berdaya Saing, Kemendag Dorong Pembangunan Sistem Berbasis Desain Kreatif dan juga Inovatif

Liputan76 – Kementerian Perdagangan (Kemendag) terus memacu pengembangan item berbasis desain kreatif kemudian inovatif. Hal ini untuk meningkatkan nilai tambah serta daya saing hasil Indonesia.

Kebijakan ini selaras dengan upaya mengupayakan inovasi struktur lingkungan ekonomi ekspor Indonesia. Kerangka dimaksud dari efficiency-driven economy yang bersumber pemanfaatan komoditas sumber daya alam menjadi innovation-driven economy yang mengedepankan riset serta pengembangan dan juga desain juga penjenamaan (branding) untuk memunculkan barang bernilai tambah di tempat bursa global.

Hal ini disampaikan Wamendag Jerry pada sambutannya pada acara Penganugerahan Good Design Indonesia (GDI) 2023 sekaligus membuka GDI 2024 hari ini, Hari Senin (26/2) di area Auditorium Kementerian Perdagangan, Jakarta.

Baca Juga
Erick Thohir Bilang Begini Jika Diajak Prabowo-Gibran Jadi Menteri Lagi

“Pengembangan item berbasis desain kreatif lalu inovatif merupakan salah satu upaya meningkatkan nilai tambah serta daya saing hasil Indonesia. Penyelenggaraan GDI tidak belaka turnamen kompetisi desain semata, tapi juga sebagai upaya peningkatan nilai tambah komoditas Indonesia melalui lima kriteria kunci. Syarat kunci dimaksud yaitu inovasi, miliki nilai kebaruan, bernilai komersial, berorientasi ekspor, juga berdampak positif bagi publik lalu lingkungan,” ujar Wamendag di keterangannya, Selasa (27/2/2024).

Wamendag Jerry menambahkan, terdapat perwakilan perdagangan di tempat luar negeri (perwadag) yang tersebut tersebar 46 titik. Mereka menjadi ujung tombak yang digunakan berpromosi dan juga membuka pintu bagi pemasaran item Indonesia.

“Perwadag bertugas menyelenggarakan pertemuan penjajakan bisnis, yaitu mempertemukan hasil dengan konsumennya di area negara tempat perwadag bertugas,” jelas Wamendag Jerry.

Dirjen PEN Didi Sumedi menjelaskan, salah satu komoditas mendapat tiga predikat sekaligus (Best Design, G-Mark, kemudian GDI of The Year 2023), yaitu Plustik Pavement Blocks dari perusahaan PT Plustik Maju Bersama dengan desainer Reza Hasfinanda juga Yopie Djauhari.

Plustik digunakan sebagai pengganti paving block konvensional yang mana terbuat dari 100 persen campuran sampah plastik rendah nilai yang dimaksud diambil dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Seribu meter persegi blok Plustik setara dengan 20 jt ton sampah plastik rendah nilai.

“Selain berkompetisi pada Indonesia, produk-produk peraih predikat Best Design dan juga Good Design juga berpartisipasi pada tahap penjurian kedua (second screening) Good Design Award (G-Mark) di tempat Jepang. Kabar baik, sebanyak 17 komoditas GDI yang dimaksud berhasil meraih penghargaan G-Mark,” pungkas Didi.

Related Articles

Back to top button