Otomotif

BYD Pertimbangkan Nikel Indonesia Jadi Bahan Baku Baterai Mobil Listrik

Liputan76 – Perusahaan mobil listrik selama China, Build Your Dreams atau BYD resmi meramaikan lingkungan ekonomi mobil listrik ndonesia dengan menghadirkan 3 item sekaligus.

Namun demikian, BYD mengklaim, mobil listrik yang mana merekan tawarkan bukan menggunakan nikel. Di mana seperti diketahui, Indonesia miliki sumber daya nikel yang mana merupakan unsur baku untuk mengembangkan sel kendaraan listrik.

Liu Xueliang selaku General Manager BYD Asia-Pacific menyatakan bahwa pabrikannya pada waktu ini menggunakan sel lithium ferro phosphate (LFP), jenis ini bukan miliki isi nikel.

“Untuk elemen penyimpan daya pada ketiga mobil yang tersebut kami luncurkan di tempat Indonesia, kami punya lifetime pada elemen penyimpan daya sebab BYD pakai yang tersebut LFT, ini salah satu material baku penyimpan daya mobil listrik yang mana aman untuk ketika ini,” kata Liu Xueliang, baru-baru ini, Akhir Pekan (21/1/2024).

Meskipun demikian, ketika mengamati kemungkinan komponen baku nikel pada Indonesia, BYD mengaku akan mempertimbangkan untuk memakai sumber daya tersebut. 

“Kita tahu Indonesia memiliki (sumber daya) nikel yang mana banyak. Maka dari itu, BYD akan mempelajari lebih besar lanjut terkait pemakaian sumber unsur baku Nikel dalam Indonesia,” ungkapnya.

Ia menambahkan jikalau pihaknya juga akan menganalisa lingkungan ekonomi terkait dengan pemakaian nikel ini untuk pengembangan kegiatan bisnis di dalam Indonesia.

Dikabarkan sebelumnya, diperkenalkan BYD dalam Indonesia menelan penanaman modal 1,3 miliar Dolar Amerika atau setara Rupiah 20,3 triliun).

BYD bahkan berencana untuk memulai pembangunan pabrik dengan kapasitas produksi 150 ribu unit per tahun. 

Sedangkan sebagai penanda kehadira di dalam Indonesia, perusahaan sudah memperkenalkan mobil listrik BYD Dolphin, BYD Atto 3 juga BYD Seal.

(Sumber: Suara.com)

Related Articles

Back to top button