Kesehatan

Cakupan Skrining Kanker Serviks Masih Rendah, Ini adalah Strategi Edukasi Komunitas Tentang Bahaya HPV

Liputan76 – Human papillomavirus atau HPV hingga pada masa kini masih jadi pemicu dari berbagai penyakit, salah satunya neoplasma serviks. Dua jenis HPV yang digunakan paling umum diketahui bertanggung jawab berhadapan dengan sekitar 70% persoalan hukum neoplasma serviks pada perempuan.

Selain itu, infeksi HPV juga dapat menyebabkan kondisi kritis lainnya seperti neoplasma anus, karsinoma penis, dan juga kutil kelamin yang tersebut dapat mempengaruhi baik laki-laki maupun perempuan.

Menurut Center for Disease Control and Prevention (CDC), vaksin HPV mempunyai tingkat efikasi hampir mencapai 100% di mengurangi infeksi HPV pada individu yang belum terinfeksi pada waktu menerima vaksin. Oleh sebab itu, vaksin HPV sangat penting diberikan pada anak-anak, remaja, dan juga dewasa, baik perempuan maupun laki-laki, untuk mengempiskan risiko infeksi HPV lalu konsekuensinya.

Ilustrasi Apa itu vaksin HPV. (Unsplash/Mufid Majnun)
Ilustrasi Apa itu vaksin HPV. (Unsplash/Mufid Majnun)

Meskipun demikian, upaya pencegahan infeksi HPV masih belum menjadi prioritas bagi sebagian masyarakat. Bahkan, cakupan skrining untuk karsinoma serviks pada tahun 2023 masih sangat rendah, cuma mencapai 7,02% dari target yang mana ditetapkan sebesar 70%.

Melihat hal ini, MSD Indonesia dan juga PT Kimia Farma Diagnostika (KFD) bersatu pada komitmen untuk meningkatkan pemahaman publik mengenai HPV dan juga penyakit terkaitnya. Kedua perusahaan ini mengesahkan perjanjian kerjasama pada hari terakhir pekan (8/3) di tempat Jakarta.

Melalui kerjasama ini, MSD akan memberikan edukasi tentang pentingnya vaksinasi sebagai upaya pencegahan penyakit, sementara KFD akan menyediakan layanan vaksinasi HPV mandiri di tempat Klinik Kimia Farma yang dimaksud tersebar pada seluruh Indonesia.

“Tak hanya sekali penyakit terkait HPV, kedepannya, kami juga berazam bersatu PT Kimia Farma Diagnostika untuk memberikan edukasi mengenai penyakit lainnya yang tersebut dapat dicegah oleh vaksinasi, seperti pneumonia, varicella, Measles Mumps Rubella (MMR), kemudian diare rotavirus,” ujar Managing Director MSD Indonesia, George Stylianou di keterangannya baru-baru ini. 

KFD juga menyampaikan komitmennya untuk membantu warga di memahami pentingnya vaksinasi HPV kemudian penyakit terkaitnya. Direktur Utama KFD, Arie Genipa Suhendi, menyatakan bahwa kerjasama ini sejalan dengan upaya pemerintah di menjaga dari penyakit yang digunakan dapat dicegah melalui imunisasi, termasuk eliminasi tumor ganas serviks.

Dia juga menekankan bahwa Klinik Kimia Farma akan memberikan pemahaman yang tepat mengenai HPV kemudian memberikan layanan vaksinasi untuk masyarakat.

“Sejalan dengan Kementerian Kesejahteraan RI yang tersebut berikrar untuk mengurangi morbiditas, mortalitas lalu kecacatan yang digunakan disebabkan oleh penyakit yang digunakan dapat dicegah dengan imunisasi di rangka mencapai SDGs 2030 kemudian Inisiatif Rencana Aksi Nasional (RAN) Eliminasi Kanker Leher Manusia Rahim (2023-2030), KFD melakukan kolaborasi dengan MSD pada rangka meningkatkan literasi, kemudian kesediaan publik terkait penerimaan vaksin HPV. Para tenaga ahli kebugaran di area klinik Kimia Farma akan membantu memberikan pemahaman yang tersebut tepat seputar virus HPV, dan juga memberikan pendampingan yang mana dibutuhkan masyarakat, termasuk pemberian vaksin HPV dan juga kedepannya akan memperluas pelayanan vaksinasi

Related Articles

Back to top button