Ekonomi

Debat Gibran vs Cak Imin Tentang Kendaraan listrik, LFP serta Baterai Nikel Bagus Mana?

Liputan76 – Debat cawapres pada minggu (21/1/2024) di malam hari salah satunya memunculkan tema pembahasan kendaraan listrik yang dimaksud menggunakan akumulator LFP.

Tidak cuma cawapres nomor urut satu Muhaimin Iskandar yang mengeksplorasi pada debat. Sebelumnya, eks Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok juga menyinggung perihal pabrikan kendaraan listrik yang digunakan tinggalkan nikel sebagai unsur utama baterai.

Bahan pengganti yang disebutkan adalah teknologi elemen penyimpan daya LFP (lithium ferro-phosphate) yang tak membutuhkan nikel. Gibran lantas menyebut, timses Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar justru memperkenalkan komoditas China lantaran LFP diproduksi oleh negara tersebut.

“Kita itu Indonesia sekarang adalah negara dengan cadangan nikel terbesar sedunia, ini kekuatan kita, bargaining kita, jangan malah bahas LFP itu sejenis aja memasarkan barang China,” ujar Gibran.

Menarik disimak, penyimpan daya LFP lalu nikel bagus mana?

Menurut Offgridtech.org, penyimpan daya LFP atau lithium iron phosphate, merupakan varian dari elemen penyimpan daya litium-ion yang tersebut menggunakan besi fosfat sebagai komponen katoda.

Baterai jenis LFP (LiFePO4) diklaim mempunyai umur pemanfaatan yang lebih tinggi panjang akibat mempunyai kinerja stabil pada suhu tinggi.

Karena keunggulan daya stabil dengan usia pakai yang mana panjang, sel LFP lantas banyak digunakan pada kendaraan listrik atau sistem penyimpanan energi jaringan.

Di sisi lain, sel litium-ion berbahan utama nikel mangan kobalt (NCM) banyak digunakan pada kendaraan listrik dikarenakan keunggulannya di menyimpan energi besar pada ukuran yang mana kecil dan juga ringan.

Kelebihan lainnya, elemen penyimpan daya kendaraan dengan materi nikel tambahan efisien kemudian praktis. Selain itu, pengisian daya elemen penyimpan daya yang menggunakan nikel sangat jauh lebih lanjut cepat kemudian lebih banyak besar dibandingkan LFP alias membantu fitur fast charging.

Dilansir dari Forbes, penyimpan daya LFP diprediksi jadi pilihan sejumlah perusahaan kendaraan listrik di area masa depan sebab ketahanannya.

Dalam artikel yang tersebut menukil riset dari Chevrolet, campuran nikel-kobalt dapat mengurangi oksigen ketika sel akumulator mengalami korsleting internal dan juga pemanasan. 

Diketahui bahwa keberadaan oksigen ini dapat memicu terjadinya api, lantaran terdapat segitiga api yang dimaksud melibatkan sumber penyulut, materi bakar, dan juga oksigen. Pengendalian api pada elemen penyimpan daya jenis ini dianggap cukup sulit oleh sebab itu penyimpan daya yang dimaksud menghasilkan kembali oksigen sendiri.

Sementara, 

(Sumber: Suara.com)

Related Articles

Back to top button