Nasional

Dijebak Ajakan Ngopi Argiyan, Cerita Ngeri Mahasiswi Gundar Depok Dibunuh Pemerkosanya: Kaki-Tangan Diikat Sarung Bantal

Liputan76 – Polisi membeberkan kronologi pembunuhan dan juga pemerkosaan yang dilaksanakan Argiyan Arbirama (19) terhadap mahasiswi Gunadarma Depok, Kayla Rizki Andini (20).

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Wira Satya Triputra menyampaikan dituduh Argiyan lalu korban Kayla baru mengenal sekitar empat bulan lalu lewat perangkat lunak instruksi Line.

Sebelum insiden pembunuhan dan juga pemerkosaan ini terjadi, Kayla ternyata sempat memblokir kontak Line dituduh Argiyan.

“Namun pelaku mencoba mengganti nomor juga menghubungi kembali kemudian akhirnya berupaya mendekati korban,” kata Wira di tempat Polda Metro Jaya, Jakarta, Hari Senin (22/1/2024).

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Wira Satya Triputra, (kiri). (Suara.com/M Yasir)
Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Wira Satya Triputra, (kiri). (Suara.com/M Yasir)

Setelah dua minggu menjalin komunikasi kembali, terperiksa Argiyan lalu Kayla kemudian berpacaran. Selanjutnya pada 18 Januari 2024, terdakwa Argiyan menghadirkan korban ngopi juga mengajukan permohonan dijemput di dalam rumahnya.

“Setelah sampai rumah pelaku, korban diminta masuk rumah kemudian pelaku secara langsung menghentikan pintu rumah lalu menguncinya,” tutur Wira.

Ketika itu, lanjut Wira, korban Kayla sempat menumpang ke kamar mandi. Sesuai itu terperiksa Argiyan menarik korban lalu memaksanya masuk ke pada kamar.

“Pelaku segera menarik korban ke di kamar dan juga memohon duduk menghadapi kasur kemudian pelaku memegang-megang tubuh korban lalu korban berontak sambil teriak-teriak,” jelas Wira.

Karena panik, dituduh Argiyan lalu mencekik korban hingga lemas. Kemudian ia membuka pakaian korban kemudian memperkosanya.

Ilustrasi pelecehan seksual, pemerkosaan, kekerasan seksual. [Suara.com/Eko Faizin]
Ilustrasi pelecehan seksual, pemerkosaan, kekerasan seksual. [Suara.com/Eko Faizin]

“Selesai memperkosa pelaku memakaikan baju kemudian celana korban kembali, oleh sebab itu masih gerak-gerak kemudian pelaku mengikat tangan juga kaki korban dengan menggunakan sarung bantal,” ungkap Wira.

Sebelum melarikan diri ke rumah neneknya dalam Pekalongan, Jawa Tengah dituduh Argiyan sempat menghubungi ibu kandungnya Fredricka Theodora (42). Lewat arahan WhatsApp atau WA Argiyan melaporkan telah lama mencekik juga mengikat pribadi wanita dalam rumah kontrakannya.

“Ibu pelaku sampai rumah diketahui korban sudah ada meninggal,” bebernya.

Dua Korban Lain

Sebelum membunuh lalu memperkosa Kayla, terperiksa Argiyan diketahui juga dilaporkan oleh dua korban lainnya ke Polres Metro Depok. Laporan yang dimaksud terkait persoalan hukum dugaan pemerkosaan lalu pencabulan.

Kedua korban masing-masing berinisial N kemudian NH. Korban N yang tersebut masih di area bawah umur kekinian sedang hamil sembilan bulan buntut perbuatan bejat dituduh Argiyan.

“Tersangka juga merupakan buronan di tempat Polres Depok dan juga ada dua laporan polisi terkait langkah pidana pemerkosaan serta pencabulan anak dibawah umur,” ujar Wira.

Koleksi Video Porno

Wira menambahkan berdasar hasil pemeriksaan digital forensik terhadap handphone atau ponsel milik dituduh Argiyan, penyidik menemukan beragam konten hingga video porno.

“Dari hasil penelusuran terhadap digital forensik terhadap handphone milik daripada pelaku ditemukan fakta bahwa dalam pada handphone milik pelaku yang disebutkan banyak sekali tersimpan konten-konten termasuk video porno yang digunakan ini cukup berbagai ya,” kata dia.

Kendati begitu, penyidik menurut masih mendalami ada atau tidak ada keterkaitan koleksi video porno yang dimaksud pada balik motivasi terdakwa Argiyan melakukan kejahatan tersebut.

“Apakah ada kaitannya dengan motivasi ataupun motif pelaku ini melakukan perbuatannya, ini masih pendalaman,” pungkasnya.

(Sumber: Suara.com)

Related Articles

Back to top button