Kesehatan

Dokter RSUP Persahabatan Ungkap Ada Pasien Alami Paru Bocor, Diduga Akibat Isap Vape Selama 1 Tahun

Liputan76 – Dokter spesialis paru di dalam Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan Prof. Agus Dwi Susanto, Sp.P(K). mengungkapkan kalau dirinya pernah menangani pasien yang dimaksud alami paru bocor atau pneumothoraks. Diduga pasien yang disebutkan mengalami kondisi itu akibat konsumsi rokok elektronik atau vape.

Prof. Agus mengungkapkan kalau pasien pria berusia 23 tahun itu datang ke rumah sakit dengan keluhan sesak napas yang mana sudah dialami selama tiga hari, disertai batuk tanpa demam serta tak mengalami keringat di malam hari seperti gejala tuberkulosis (TB). Pasien yang disebutkan juga tak memiliki riwayat penyakit asma.

Namun, pasien yang dimaksud punya kebiasaan merokok konvensional selama 10 tahun. Kemudian beralih pada vape baru satu tahun terakhir.

“Selama 10 tahun itu ia nggak pernah alami paru bocor, baru kemudian 1 tahun menggunakan rokok elektronik mendadak sesak, kemudian di-rontgen, paru-parunya bocor, ada airnya,” kata Prof. Agus di konferensi pers virtual, Selasa (9/1/2024).

Pasien itu pun harus menjalani beberapa perawatan di area rumah sakit dengan dipasang selang, dan juga harus berhenti merokok. Pasca jalani biopsi dan juga operasi, dokter tidaklah menemukan adanya tanda-tanda tumor maupun kanker.

Dari situ, dokter berkesimpulan kalau kemungkinan pemicu paru bocor pasien itu sebab konsumsi vape secara terus menerus.

“Setelah selesai dioperasi, dikeluarkan cairannya, paru-parunya sanggup dikembangkan kembali, disuruh berhenti merokok vape, habis itu tak kambuh-kambuh lagi. Penyebabnya kemungkinan besar akibat vape,” ujar Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) tersebut.

Paru bocor terjadi ketika udara masuk ke ruang antara dinding dada kemudian paru-paru yang tersebut disebut ruang pleura. Tekanan udara ini menyebabkan paru-paru mengempis dengan sendirinya.

Paru-paru kemungkinan besar kolaps seluruhnya, namun paling kerap cuma sebagian hanya yang kolaps, dan juga hambatan ini dapat memberi tekanan pada jantung sehingga mengakibatkan gejala tambahan lanjut.

Prof. Agus juga menyampaikan bahwa berbagai jurnal kemampuan fisik di tempat dunia telah lama mengungkap bahaya vape terhadap kesehatan, teristimewa gangguan fungsi paru. Salah satunya Journal National Academic of Science yang tersebut me-review 800 riset kesehatan, dan juga disimpulkan bahwa rokok elektronik menyebabkan risiko kemampuan fisik pada manusia akibat di area dalamnya mengandung beberapa orang komponen berbahaya kemudian toksik.

“Ada berbagai macam penyakit yang dimaksud disebabkan lantaran rokok, mulai dari iritasi saluran napas, meningkatkan gejala pernapasan bronkitis, asma, PPOK (Penyakit paru obstruktif kronis), pneumonia, hingga tumor ganas paru,” pungkasnya.

(Sumber: Suara.com)

Related Articles

Back to top button