Otomotif

Eropa akan Berlakukan Paspor Baterai Kendaraan, Apa Itu?

Liputan76 – Untuk meningkatkan transparansi di proses produksi. Uni Eropa akan mewajibkan semua kendaraan listrik untuk miliki paspor penyimpan daya yang digunakan memberikan informasi tentang asal-usul dan juga sejarah material baku akumulator EV.

Tanggung jawab untuk menimbulkan serta menyediakan paspor akumulator berada di area tangan produsen, apakah itu produsen mobil atau perusahaan pihak ketiga.

Namun, dia tidak ada diharuskan untuk membagikan semua detail serta dapat menyembunyikan beberapa informasi untuk melindungi kekayaan intelektual mereka.

Dilansir dari The Drive, produsen harus memberikan data paspor penyimpan daya untuk dealer dan juga pemilik, tetapi cuma informasi umum yang tersebut perlu diungkapkan tanpa mengungkapkan komposisi elemen penyimpan daya yang dimaksud tepat.

Saat ini, Amerika Serikat bukan mewajibkan paspor baterai. Namun, ada kemungkinan Amerika Serikat akan mengadopsi persyaratan ini di area masa depan.

Paspor sel dapat menyederhanakan proses untuk menunjukkan apakah sel memenuhi kriteria untuk kredit pajak federal, baik untuk produsen mobil maupun pemerintah.

Battery Pass Consortium, sebuah proyek senilai $7,6 jt antara 11 mitra, termasuk BMW kemudian Audi, ketika ini sedang berlangsung untuk mendefinisikan informasi yang mana diperlukan untuk paspor baterai. Jika semua berjalan sesuai rencana, proyek ini akan mulai berlaku pada Februari 2027, seperti yang mana dilaporkan oleh Autocar.

Pelanggan tak perlu menunjukkan paspor sel ketika berkendara ke berbagai negara atau yang dimaksud serupa. Sistem ini memberikan transparansi antara produsen mobil, pemasok baterai, lalu pelanggan, menjamin bahwa orang-orang mengetahui jika usul elemen penyimpan daya mobil mereka.

(Sumber: Suara.com)

Related Articles

Back to top button