Teknologi

Google Batasi Jawaban Bot obrolan Kecerdasan Buatan Gemini tentang Pemilu, Takut Misinformasi!

Liputan76 – JAKARTA – Google mengaku membatasi jenis pertanyaan yang dapat diajukan ke chatbot Artificial Intelligence (AI)-nya, Gemini, terkait Pemilihan Umum (Pemilu).

Dalam sebuah postingan di tempat blog, Google menyatakan bahwa kebijakan yang dimaksud sudah diberlakukan di area India, yang mana akan mengadakan pemilihan umum pada April.
Ini dilaksanakan sebagai upaya perusahaan untuk menghindari kontroversi lebih tinggi lanjut seputar teknologi AI.

Gemini pada dasarnya adalah versi Google dari chatbot popular ChatGPT. Gemini dapat menjawab pertanyaan di bentuk teks, dan juga mampu menghasilkan kembali gambar.

Juru bicara Google mengungkapkan untuk BBC bahwa langkah terbaru ini merupakan bagian dari rencana yang diinformasikan tahun lalu seputar pendekatannya terhadap Pemilu.

“Seperti yang digunakan kami komunikasikan pada Desember lalu, pada persiapan untuk banyak pemilihan yang terjadi di dalam seluruh dunia pada 2024 serta sebagai bentuk kewaspadaan, kami membatasi jenis pertanyaan terkait pemilihan umum yang digunakan akan dijawab oleh Gemini,” kata mereka.

Pemilu akan diadakan pada negara-negara pada seluruh dunia tahun ini termasuk AS, Inggris dan juga Afrika Selatan.

Ketika mengajukan pertanyaan untuk Gemini tentang pemilu, setiap kali Gemini menjawab: “Saya masih belajar bagaimana menjawab pertanyaan ini. Sementara itu, coba Google Search”. Ini adalah juga berlaku pada Indonesia.

Namun, ketika sejumlah pertanyaan lanjutan tentang kebijakan pemerintah India diajukan ke Gemini, Gemini memberikan tanggapan yang dimaksud tambahan rinci tentang partai-partai besar di tempat negara itu.

Perkembangan pada Kecerdasan Buatan generatif sudah pernah meningkatkan kegelisahan tentang misinformasi lalu menyokong pemerintah di tempat seluruh dunia untuk bergerak mengatur teknologi ini.

Dalam beberapa pekan terakhir, India telah dilakukan memberi tahu perusahaan teknologi bahwa mereka memerlukan persetujuan sebelum merilis perangkat Kecerdasan Buatan yang “tidak dapat diandalkan” atau sedang diuji coba.

Pada Februari, Google mengajukan permohonan maaf pasca generator gambar Teknologi AI yang mana baru cuma diperkenalkan menciptakan gambar “Founding Fathers AS” yang mana secara tidaklah akurat menampilkan seseorang priakulithitam.

Related Articles

Back to top button