Nasional

Humas Kemenkumham Harus Menguasai Teknologi, Bukan Dikuasai Teknologi

Liputan76 – JAKARTA – Kehadiran teknologi telah terjadi mengubah cara kerja pada berbagai bidang, termasuk kehumasan. Namun, humas tak boleh ketergantungan terhadap teknologi. Humas sudah ada seharusnya menguasai teknologi, lalu tidak dikuasai teknologi.

Founder MarkPlus, Hermawan Kartajaya pada keynote session-nya pada acara ‘What’s Up’ Kementerian Hukum serta Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) menyatakan memang sebenarnya benar bahwa perubahan fundamental digital mengandalkan teknologi, namun public relation (PR) harus mampu mengendalikannya.

“Manusia itu harus tambahan pintar daripada teknologinya. Seorang pilot itu harus lebih lanjut pintar daripada pesawatnya,” kata Hermawan pada presentasinya ‘Be an Incredible Government Public Relation (GPR) for Creating Positive Image’ dengan tema ‘GPR in the Turbulent Time’, Selasa (27/2/2024) sore.

“PR sekarang ini kalau ndak pakai teknologi, ya salah. Anda mesti memakai SEO (search engine optimization), melakukan apapun untuk menghimpun informasi sebanyak mungkin, memakai Asisten Percakapan GPT (Generative Pre-training Transformer). Tetapi akhirnya manusia yang mana menentukan, pilot itu menentukan daripada pesawatnya,” tuturnya.

GPR ini, lanjut Hermawan, wajib memanfaatkan teknologi informasi supaya tak kalah dengan media. Sebagai GPR, teknologi bisa saja meningkatkan nilai, kecepatan, produktivitas, juga improvement.

“Anda kelihatan profesional kalau anda pakai teknologi. Tapi, unsur manusianya juga jalan. Begitu juga humas, (informasi dari teknologi) jangan ditelan (begitu) saja. Teknologi ngasih begini. Jangan (langsung) dituruti, jadi Anda mesti mengolah lagi nih,”kata Hermawan pada Double Tree by Hilton Hotel, Cikini, Jakarta.

Selaras dengan Hermawan, Kepala Biro Humas, Hukum lalu Kerja Sama Kemenkumham, Hantor Situmorang mengungkapkan penampilan teknologi ini juga bisa saja menghadirkan prospek jikalau dimanfaatkan dengan benar. Tidak belaka mempermudah, tapi juga dapat memberi inovasi-inovasi baru pada dunia kehumasan.

“Namun, teknologi terus mengalami perkembangan juga para praktisi humas harus siap dengan perkembangan itu sendiri. Kehumasan di tempat era digital semakin canggih, cepat juga praktis. Perkembangan ini melahirkan berbagai tantangan,” kata beliau ketika membuka kegiatan ‘What’s Up’.

‘What’s Up’ yang mana merupakan akronim dari ‘Waktunya Humas Meet Up’ merupakan kegiatan koordinasi juga penguatan kehumasan Kemenkumham yang melibatkan pranata humas serta pemangku kehumasan unit utama maupun kantor wilayah seluruh Indonesia.

Tak kurang dari 800 orang partisipan terlibat andil di perhelatan ini, baik secara daring maupun luring melalui media zoom lalu live streaming YouTube. Pertemuan ini diselenggarakan selama empat hari, sejak Selasa 27 Februari hingga Hari Jumat 1 Maret 2024.

Selain menghadirkan Hermawan Kartajaya, forum ini juga menghadirkan beberapa jumlah pembicara andal seperti Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Widiarsi Agustina yang akan memberikan materi cara menyebabkan strategi kehumasan pemerintah, dan juga public figure Melanie Putria dengan materi public speakingnya.

Kemudian masih ada Arianne Santoso dari Google Indonesia, Niko Atmadja dari Meta Indonesia, Rofi Uddarojat dari TikTok Indonesia, juga perwakilan pembicara dari Dewan Pers, merdeka.com, Pertamina, GoTo, serta Telkomsel.

Related Articles

Back to top button