Nasional

Ikrar Nusa Bhakti Ungkap Pertanda Jokowi Personifikasikan Diri orang Raja

Liputan76 – JAKARTA – Pengamat Politik Ikrar Nusa Bhakti heran terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) lantaran mempersonifikasikan diri bagaikan orang raja. Ikrar lantas membeberkan beberapa pertanda sikap itu.

Ikrar mengumumkan salah satu kebiasaan era kepemimpinan Jokowi, upacara peringatan tegas Hari Kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus kerap menggunakan pakaian adat dari berbagai daerah. Hanya semata pakaian yang dimaksud digunakan, kata dia, kental dengan penunjukan sosok manusia pemimpin.

“Saya juga tidak ada menyadari, pada antara pakaian yang dimaksud ia pakai itu adalah pakaian adat yang dimaksud berasal dari berbagai wilayah serta juga dari Tanah Jawa yang mana ternyata melambangkan pakaian kebesaran misalnya manusia petinggi kerajaan pada masa lalu,” ujar Ikrar pada diskusi daring bertajuk Para Pendekar Turun Gunung, Hari Sabtu (16/3/2024).

Ikrar kemudian menyinggung pernikahan anak bungsu Jokowi, Kaesang Pangarep. Pemilihan tempat Pura Mangkunegaran menurutnya juga sikap personifikasi Jokowi yang menjadi raja.

“Saya kemudian di hati aja apakah kemudian Jokowi ini akan mempersonifikasikan dirinya sebagai raja dan juga kemudian apakah menjadikan anak-anaknya sebuah dinasti,” jelas dia.

Ia kemudian juga menyinggung mengenai kultur kekuasaan di area Jawa yang mana bukan menyukai adanya matahari kembar. Hal itu pun, kata dia, selaras dengan sikap Jokowi yang tersebut tidak ada suka menerima adanya oposisi.

“Anda dapat baayangkan bagaimana kemudian pribadi yang mana menjadi saingan berat ia pada Pemilihan Umum 2014 kemudian 2019 kemudian ditawari dan juga diangkat menjadi Menhan di kabinet,” paparnya.

Mantan Duta Besar Indonesia untuk Tunisia ini juga mengaku terlambat menyadari sikap Jokowi. Pasalnya, ketika itu Ikrar juga menganggap dipilihnya Prabowo Subianto sebagai Menteri Keamanan hanyalah sikap urusan politik yang mana akomodatif.

“Tapi saya bukan pernah berpikir bahwa itu adalah bagian bagaimana ia mendekati Prabowo, mantan seteru yang hebat pada ketika itu untuk kemudian sanggup menjadi satu kepentingan urusan politik sama-sama di pemilihan raya 2024,” tutupnya.

Related Articles

Back to top button