Olahraga

Indonesia Harusnya Contek Pengembangunan Olahraga pada Korea Selatan lalu Thailand

Liputan76 – Indonesia diminta belajar dari Korea Selatan serta Thailand mengenai pengembangan olahraga . Hal sebagaimana disampaikan Pengamat Hubungan Internasional UPN Veteran Jakarta, Asep Kamaluddin Nashir.

Asep menilai fokus pengembangan olahraga di area Indonesia belaka berputar pada pembinaan atlet. Sementara Korsel, Thailand dan juga negara lain justru mengembangkan prospek devisa dari sektor olahraga.

Ditambahkan, peluang wisata pada pagelaran olahraga terjadi setiap tahun baik berskala Internasional lalu nasional. “Maksud peluang pariwisata disini tidak semata-mata pada pagelaran akbar seperti penyelenggaraan Asian Games 2018, SEA Games 2011, Piala Planet U-17 2023, maupun Piala Planet Basket 2023 melainkan kegiatan olahraga lain yang dimaksud diadakan secara rutin per tahun. Mulai dari Gran Prix MotoGP, Indonesia Open, Bali Marathon, Tour de Singkarak, World Surf League, dan juga lainnya,” kata Kang Asep panggilan akrabnya di keterangan persnya, Hari Sabtu ((16/3/2024).

Indonesia Harusnya Contek Pembangunan Olahraga pada Korea Selatan kemudian Thailand

Kang Asep menuturkan Indonesia seharusnya mengembangkan konsep sport tourism atau penyelenggaraan kegiatan olahraga yang digunakan dipadukan dengan penawaran pariwisata. Menurutnya pengembangan sport tourism wajib dilakukan.

“Upaya mengembangkan sport tourism sebenarnya telah dilakukan diadakan sejak beberapa tahun lalu. Pada tahun 2023, penyelenggaraan MotoGP di tempat Mandalika berhasil menyumbang perekonomian sebesar Rp4,5 triliyun,” katanya.

Termasuk, lanjut Kang Asep, nilai fantastis tentunya untuk sebuah pagelaran yang digunakan tidak ada memakan waktu lama. Begitupula dengan pelaksanaan Piala Bumi U-17 yang tersebut diduga terjadi perputaran uang sebesar RP1,02 triliun.


Meski demikian, ia mengomentari pengembangan sport tourism di tempat Indonesia pada waktu ini. Menurutnya, dengan dibawahi oleh tiga kementerian menyulitkan panitia pelaksana untuk mengurus semua keperluan.

“Sayangnya siapakah perwakilan pemerintah yang digunakan menjadi pemimpin di isu ini belumlah jelas serta bersifat sectoral. Untuk persoalan pariwisata akan diberikan terhadap Kementerian Wisata dan juga Perekonomian Kreatif (Kemenparekraf), sedangkan hal-hal yang dimaksud menyangkut olahraga diserahkan untuk Kementerian Pemuda serta Olahraga (Kemenpora),” tuturnya.

Related Articles

Back to top button