Ekonomi

Hal ini Pernyataan Lengkap Thomas Lembong Soal LFP yang Jadi Bahan Gibran Tanya Arti Nikel ke Cak Imin

Liputan76 – Debat Calon Wakil Presiden (Cawapres) semalam menyisakan cerita menarik diantara para Cawapres. Salah satunya ketika Cawapres nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka yang digunakan menilai Cawapres lain Muhaimin Iskandar atau Cak Imin tidaklah tahu mengenai Lithium Ferro Phospate (LFP).

Atas dasar itu, Gibran kemudian bertanya ke Cak Imin apakah mengetahui salah satu jenis tambang yaitu nikel.

Walikota Solo itu merasa bingung kenapa Cak Imin tak mengetahui terkait LFP. Sebab, Gibran bilang, Tim Nasional Pemenangan Anies-Cak Imin, Thomas Lembong banyak kali menjelaskan LFP yang dimaksud bisa jadi jadi komponen baku penyimpan daya kendaraan listrik pengganti nikel.

Baca Juga: Gibran Pakai Sepatu Seharga Seratus Ribu Saat Debat Cawapres

Lantas apas semata pernyataan Thomas Lembong terkait dengan LFP?

Seperti dilansir Suara dari Youtube Total Politik, Thomas memang sebenarnya sempat menjabarkan terkait kebijakan perihal nikel ketikan Anies-Cak Imin mengatur negeri. Misalnya, memperbaiki kebijakan mengenai tambang nikel, apalagi RI akan datang miliki berbagai cadangan nikel ke depannya.

Calon perwakilan presiden atau cawapres nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka menyindir cawapres nomor urut 1, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin usai menjelaskan terkait produktivitas petani di debat keempat Pilpres 2024 di tempat JCC Senayan, Jakarta, Akhir Pekan (21/1/2024). (Tangkap Layar YouTube KPU RI)
Calon delegasi presiden atau cawapres nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka menyindir cawapres nomor urut 1, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin usai menjelaskan terkait produktivitas petani pada debat keempat Pilpres 2024 dalam JCC Senayan, Jakarta, Hari Minggu (21/1/2024). (Tangkap Layar YouTube KPU RI)

“Harga nikel global di tempat seluruh dunia sudah ada turun kurang lebih lanjut 30 persen pada 12 bulan terakhir, serta diprediksi tahun depan ada surplus stok nikel dalam dunia yang tersebut terbesar sepanjang sejarah. Jadi dengan begitu gencarnya penyelenggaraan smelter di dalam indonesia, kita membanjiri dunia dengan nikel, nilai jatuh terjadi kondisi oversupply,” ujar Thomas yang tersebut dikutip, Hari Senin (22/1/2024).

Dengan banyaknya pasokan ini, Mantan Menteri Perdagangan itu merasa yakin RI dapat raja nikel dunia, di dalam mana berbagai negara yang tersebut membutuhkan substansi baku tersebut.

“Akhirnya merekan ketakutan serta kehilangan kepercayaan. Mereka cari opsi lain, formulasi substansi akumulator yang mana tidak ada menggunakan nikel,” kata dia.

Namun di tempat sisi lain, ada perasaan khawatir bahwa produsen asing tak lagi menggunakan nikel untuk material baku elemen penyimpan daya listrik. Hal ini terjadi pada produsen mobil listrik Tesla yang dimaksud mana tidak ada lagi menggunakan nikel tapi menggunakan LFP.

Baca Juga: Gibran Bela Proyek Food Estate: Ada yang digunakan Gagal Tapi Ada Pula yang mana Berhasil

“100 persen dari semua mobil Tesla yang dibuat di dalam tiongkok menggunakan akumulator yang dimaksud mengandung nol persen nikel , nol persen cobalt. Baterainya namanya LFP jadi pakai besi, pakai fosfat, masih pakai lithium tapi tak lagi pakai cobalt. itu 100 persen mobil Tesla,” jelas Thomas.

Mantan Kepala BKPM ini menambahkan, melawan dasar itu RI tak lagi bisa jadi bergantung pada tarif komoditas dunia. Apalagi, Thomas bilang, banyak dampak negatif yang dimaksud didapatkan dari kebijakan hilirasi.

“Sebaiknya kita lihat komprehensif, ekspor kita naik dramatis, kemudian gagah-gagahan di area dunia, kalau kalian nggak nurut kita akan stop jual, itu memicu subsitusi,” pungkas dia.

(Sumber: Suara.com)

Related Articles

Back to top button