Olahraga

IOC Tolak Pengajuan Manny Pacquiao untuk Bertanding di dalam Olimpiade 2024 Paris

Liputan76 – Presiden Komite Olimpiade Filipina Abraham Tolentino menyatakan Komite Olimpiade Internasional (IOC) sudah menolak pengajuan (bidding) legenda tinju Manny Pacquiao untuk berjuang di tempat Olimpiade 2024 Paris.

“Sungguh disayangkan, ini dapat belaka menjadi podium atau medali emas pertama bagi negara ini dari cabang olahraga tinju pada Olimpiade,” kata Tolentino, disitir dari AFP, Hari Senin (19/2024) seperti dimuat Antara.

Adapun Filipina sudah mengajukan sebuah permintaan khusus terhadap IOC pada tahun lalu untuk memohon izin bagi mantan juara dunia yang disebutkan untuk berlaga pada Paris, terlepas dari adanya aturan yang dimaksud menetapkan batas usia petinju Olimpiade yaitu 40 tahun.

(Dari kiri) Promtor Bob Arum, legenda tinju dunia Manny Pacquiao juga sang pembimbing Freddie Roach. [AFP/Gabriel Bouys]
(Dari kiri) Promtor Bob Arum, legenda tinju dunia Manny Pacquiao serta sang instruktur Freddie Roach. [AFP/Gabriel Bouys]

Baca Juga: Kalah Tiga Kali Beruntun, Leon Goretzka Sebut Penampilan Bayern Munich “Seperti Film Horor”

Pacquiao, yang tersebut saat ini berusia 45 tahun, pensiun dari dunia tinju profesional pada tahun 2021. Setelah terlibat di area dunia politik, ia kemudian mencalonkan diri sebagai calon presiden Filipina pada tahun 2021, tapi harus menelan kekalahan dari presiden terpilih, Bongbong Marcos.

Lebih lanjut, Tolentino mengungkapkan pihaknya memutuskan untuk mematuhi aturan yang telah dilakukan ditetapkan oleh IOC.

“Pertandingan Pacquiao pada Paris bisa jadi menjadi sebuah ‘blockbuster tambahan’ di area Olimpiade Paris, tapi kita harus mengikuti aturan yang digunakan ditetapkan oleh IOC,” ujar Tolentino.

Di sisi lain, juru bicara Pacquiao masih belum membalas permintaan komentar terkait hal ini.

Pacquiao, yang mana belum pernah berkompetisi di tempat Olimpiade, menyatakan terhadap AFP tahun lalu bahwa beliau “belum terlalu tua” untuk menghadapi petinju yang lebih lanjut muda.

Filipina tahun lalu mengajukan permohonan terhadap IOC untuk memberi “tempat universalitas” bagi Pacquiao.

Tempat universalitas diberikan untuk atlet dari negara-negara yang tersebut berjuang untuk mendapatkan slot di dalam Olimpiade melalui jalur kualifikasi normal.

Related Articles

Back to top button