Kesehatan

Istilah Erotomania Jadi Perbincangan, Hal ini Simptom dan juga Orang-Orang yang mana Berisiko Mengalaminya

Liputan76 – Istilah erotomania sibuk diperbincangkan pada media sosial setelahnya akun @tanyarlfes pada sistem X mengunggah sebuah fakta mengejutkan tentang gangguan kebugaran mental tersebut, pada Hari Minggu (7/1/2024).

Akun yang disebutkan mengunggah gambar manusia dokter yang terlihat sedang melakukan presentasi. Di pada gambar tersebut, terdapat tuliskan “Erotomania adalah sejenis gangguan kejiwaan yang dimaksud menyebabkan seseorang meyakini bahwa orang lain menaruh cinta pada dirinya, padahal kenyataannya tidak.”

Dalam caption, akun yang dimaksud pun menulis, “Heol fakta macam apa ini?” disertai dengan tiga buah emoji menangis.

Unggahan yang disebutkan segera diramaikan oleh warganet yang menyukai, repost, kemudian memberi komentar. Hingga pada waktu ini. terlihat kalau unggahan itu sudah ada disukai oleh 20 ribu orang, di-repost sebanyak 2.600 kali, dan juga dikomentari oleh hampir 1.000 warganet.

Pengertian Erotomania

Mengutip Halodoc, erotomania adalah gangguan kebugaran mental pada mana pengidapnya akan merasa bahwa ada orang lain yang digunakan sangat mencintainya.

Orang lain yang dimaksud bisa jadi berasal dari kalangan selebritis, teman di tempat lingkungan sosial, atau orang yang digunakan baru hanya ditemuinya.

Namun, perasaan yang disebutkan nyatanya hanyalah sebuah delusi. Bahkan, disebutkan bahwa di kebanyakan persoalan hukum gangguan ini, pengidapnya belum pernah bertemu dengan orang yang digunakan dianggap menyukainya.

Gara-gara delusi tersebut, penderita erotomania akan berpikir bahwa orang yang disebutkan menyukai juga tertarik untuk mengenal dirinya, padahal kenyataannya tidak. Bahkan, penderita tak akan ragu untuk menceritakan kisah yang digunakan diciptakannya sendiri untuk meningkatkan harga jual diri agar merasa lebih besar nyaman.

Faktor Risiko Erotomania

Kondisi erotomania berisiko terjadi ketika seseorang telah dilakukan memiliki riwayat gangguan kebugaran mental sebelumnya. Ada beberapa penyakit gangguan mental yang digunakan bisa saja memicu seseorang mengidap kondisi ini, di dalam antaranya schizophrenia, demensia, lalu gangguan bipolar.

Selain itu, tumor pada otak juga dapat menyebabkan gangguan yang pada akhirnya memicu kondisi ini.

Begitu pula dengan orang-orang yang menggunakan alkohol atau obat-obatan terlarang, mereka berisiko lebih tinggi tinggi untuk mengalami erotomania.

Secara umum, berikut beberapa faktor pemicu gangguan erotomania, yaitu:

  • Berjenis kelamin wanita.
  • Memiliki rasa percaya diri yang mana rendah.
  • Merasakan kesepian atau penolakan.
  • Mengisolasi diri.
  • Tidak mampu menerima sudut pandang orang lain.

Gejala Erotomania

  1. Keyakinan salah bahwa seseorang tertarik, menyukai, atau mencintai dirinya.
  2. Membicarakan orang yang mana dianggap menyukainya terus menerus.
  3. Terobsesi untuk bertemu atau melakukan komunikasi dengan orang yang digunakan dipikir menyukainya, agar bisa jadi bersama.
  4. Jika orang yang dimaksud dianggap menyukainya itu adalah selebritis, pengidap akan terus menerus mengirim surat, mem-posting foto, hingga mengirimkan hadiah.
  5. Kerap menjalin komunikasi dengan orang yang tersebut dianggap menyukainya.
  6. Merasa orang yang suka padanya menciptakan komunikasi melalui tatapan mata hingga aksi tubuh.
  7. Merasa cemburu dengan lingkungan sekitar, kerabat, keluarga, hingga pasangan yang dimaksud berada di area dekat orang tersebut.
  8. Merasa kecewa ketika orang terdekat menyadari bahwa perasaan yang mana pengidapnya rasakan salah juga keliru.

Lalu, apakah erotomania berbahaya? Ya, gangguan kebugaran mental ini sanggup menjadi kondisi yang berbahaya, lantaran kondisi ini kerap tiada disadari oleh pengidapnya maupun keluarga di dalam sekitarnya.

Meskipun tidak ada ada pemeriksaan khusus yang mana dapat mendiagnosis erotomania, tetapi psikolog atau psikiater dapat membantu untuk mengatasi kondisi ini dengan tepat, misalnya lewat terapi serta obat resep.

Dan apabila tidak ada diatasi dengan baik, erotomania dapat menyebabkan gangguan kemampuan fisik mental yang dimaksud lebih lanjut buruk. Bahkan, gangguan ini dapat menjadi kondisi yang mana membahayakan bagi orang yang tersebut dianggapnya menyukai pengidap erotomania.

(Sumber: Suara.com)

Related Articles

Back to top button