Kesehatan

Jangan Tertipu! Ini adalah 5 Mitos Salah Kaprah Tentang Penyakit Ginjal

Liputan76 – Penyakit ginjal menjadi salah satu penyakit yang tersebut tidak ada dapat dianggap remeh. Pasalnya, penyakit satu ini apabila tak mendapat perawatan dengan baik dapat berdampak pada kematian. Apalagi, penyakit ginjal termasuk ke di silent killer pada mana gejalanya terkadang tak berbagai disadari orang-orang.

Hal ini juga yang digunakan terkadang menciptakan penyakit ginjal masih sangat awam di tempat masyarakat. Banyak mitos-mitos yang mana beredar di dalam rakyat mengenai berbagai hal lalu dikaitkan dengan penyakit ginjal. Padahal, semua itu belum tentu benar adanya.

Untuk itu, penting mengetahui kebenaran dari berbagai ucapan yang beredar pada masyarakat. Berikut fakta-fakta mengenai mitos tentang penyakit ginjal yang tersebut beredar di dalam masyarakat, berdasarkan pernyataan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Eka Hospital Bekasi, dr. Maria Aulia Sandjaja, Sp.PD.

ilustrasi ginjal (freepik.com)
ilustrasi ginjal (freepik.com)

1. “Banyak minum air menghindari penyakit ginjal”

Faktanya: Minum air memang benar benar membantu menghindari penyakit ginjal. Namun, selain air putih, diperlukan gaya hidup sehat lainnya seperti konsumsi makanan sehat, batasi konsumsi garam, menjaga indeks massa tubuh antara 20-25, olahraga 30 menit per hari, 5 kali pada seminggu.

2. “Jika saya sakit pinggang berarti saya mengalami gangguan pada ginjal saya”

Faktanya: Sakit pinggang tidak selalu berarti mengalami hambatan pada ginjal. Nyeri pada pinggang dapat disebabkan oleh berbagai macam faktor, seperti: nyeri otot, saraf terjepit, adanya batu pada saluran kencing (termasuk batu di tempat organ ginjal). Oleh sebab itu, sakit pinggang belum pasti setiap saat berkaitan dengan penyakit ginjal. Hal ini masih harus mendapat pemeriksaan dari dokter.

3. “Saya tidaklah memiliki kesulitan pada kencing saya, berarti ginjal saya masih berfungsi dengan baik serta tidaklah perlu memeriksakan diri”

Faktanya: Penyakit ginjal bisa saja tak miliki gejala yang digunakan jelas. Sementara penyulut penyakit ginjal ini bisa jadi dengan berbagai hal seperti kencing manis, tekanan darah tinggi, peradangan ginjal kronik, penyakit jantung, penyakit autoimun, obat-obatan yang tersebut merusak ginjal, lalu sumbatan di area saluran kencing.

Baik ginjal yang mana sehat ataupun kurang baik, setiap orang harus untuk melakukan pemeriksaan rutin. Hal itu akan mendapat deskripsi jelas terkait fungsi ginjalnya.

Cara Memperbaiki Fungsi Ginjal (shutterstock)
Penyakit Ginjal (shutterstock)

4. “Saya minum obat nyeri secara rutin untuk penyakit rematik saya. Penyelesaian itu belaka berpengaruh pada lambung saya saja”

Faktanya: Solusi anti nyeri dapat menurunkan suplai darah ke ginjal. Hal ini sebabkan penurunan fungsi ginjal. Namun, setiap orang memiliki kondisi berbeda-beda, tergantung penyakitnya masing-masing. Untuk itu, penting lakukan konsultasi terkait konsumsi obat nyeri di jangka waktu panjang.

5. “Merokok tidaklah memberikan dampak untuk ginjal saya, cuma memberikan dampak pada paru-paru”

Faktanya: Rokok dapat meningkatkan tekanan darah. Hal ini menghasilkan aliran darah ginjal alami penurunan. Rokok juga merusak pembuluh darah ginjal. Oleh sebab itu, rokok memberikan dampak buruk pada ginjal. Tak belaka itu, rokok dapat menyebabkan penyakit jantung dan juga penyulut utama kematian pada pasien penyakit ginjal.

6. “Tekanan darah yang tinggi tak berhubungan dengan fungsi ginjal saya”

Faktanya: Tekanan darah tinggi dapat mempercepat penurunan fungsi ginjal. Dengan penurunan fungsi ginjal, tekanan darah akan semakin tinggi. Oleh sebab itu, tekanan darah berkaitan dengan ginjal.

Related Articles

Back to top button