Ekonomi

Jokowi Terapkan Kebijakan Greenflation yang Disampaikan Gibran di Debat?

Liputan76 – Sesi debat calon duta presiden telah terjadi dilaksanakan di malam hari tadi, Minggu, 21 Januari 2024. Banyak hal yang mana menjadi sorotan, termasuk salah satu istilah asing yang lagi-lagi digunakan Gibran Rakabuming, cawapres paslon 2, mengenai greenflation. Jika dilihat secara faktual, apakah Jokowi terapkan greenflation ketika ini?

Sebelumnya tidaklah terlalu berbagai yang digunakan mengetahui arti dari istilah greenflation. Banyak yang dimaksud beranggapan istilah ini adalah gabungan dari dua kata utama, green, lalu inflation. Namun bagaimana sebenarnya makna konsep tersebut?

Pengertian Greenflation

Greenflation adalah istilah yang digunakan berarti kenaikan nilai akibat peralihan ke sektor ekonomi hijau. Istilah ini digunakan pada perkembangan kenaikan tarif dan juga krisis tenaga kerja yang tersebut muncul seiring terjadinya transisi ke lapangan usaha ramah lingkungan.

Penyebab utama dari ‘inflasi hijau’ ini adalah pengeluaran perusahaan yang mana meningkat dikarenakan harus melakukan transisi dari sumber energi konvensional ke energi hijau, yang hingga pada waktu ini masih memiliki tarif lebih tinggi mahal daripada sumber energi konvensional seperti minyak.

Greenflation sendiri diklaim telah dilakukan terjadi di tempat Indonesia, serta dianggap harus disikapi dengan bijak. Hal ini lantaran tanpa kebijakan yang tepat, peralihan ke energi terbarukan tiada akan berjalan dengan efektif juga sampai selesai, sehingga warga hanya sekali akan merasakan dampak peningkatan nilai tukar terus menerus melawan nama masa peralihan.  

Lalu Apakah Pemerintahan Jokowi Terapkan Hal Ini?

Kampanye pengaplikasian moda transportasi bertenaga listrik sebenarnya sudah dijalankan beberapa waktu belakangan ini. Mulai dari mobil hingga motor, sekarang ini berbagai barang kendaraan listrik yang digunakan tersedia di tempat pasar.

Pemerintah juga memberikan insentif pada berbagai bentuk untuk kendaraan listrik  ini, seperti misalnya subsidi untuk pembelian kendaraan berbahan bakar listrik. Hal ini oleh sejumlah pihak dianggap sebagai bentuk nyata dari penyikapan yang diadakan pemerintah pada greenflation.

Namun demikian apabila diperhatikan, tarif dasar listrik yang digunakan diberikan secara umum mengalami peningkatan seiring dengan kampanye transisi kendaraan ini.

Tentu diperlukan perhitungan lebih lanjut akurat pada perbandingan peningkatan tarif dasar listrik lalu subsidi yang digunakan diberikan pada kendaraan listrik. Jadi pada dasarnya isu ini memang sebenarnya masih perlu diperdebatkan lebih lanjut dalam.

Pertanyaan yang dimaksud dilontarkan Gibran pada Mahfud MD ini justru disikapi dengan santai. Mahfud MD mengungkapkan bahwa pihaknya akan menggenjot penerapan kegiatan ekonomi sirkular, melalui berbagai upaya daur ulang sehingga dampak lingkungan lalu ekonominya tambahan nyata.

Kontributor : I Made Rendika Ardian

(Sumber: Suara.com)

Related Articles

Back to top button