Kesehatan

Kanker Serviks pada Indonesia Masih Tinggi, Hal ini Signifikans Deteksi Dini Dengan Gynaecologic Oncology Center

Liputan76 – Angka Kementerian Kesejahteraan RI tahun 2022, bilangan bulat kejadian penyakit karsinoma leher rahim (serviks) di tempat Indonesia sebesar 23 orang per 100.000 penduduk. Tingginya hitungan kejadian ini menunjukkan betapa pentingnya deteksi dini juga terapi karsinoma serviks.

Kondisi ini menimbulkan Grup RS Siloam melalui Mochtar Riady Comprehensive Cancer Center (MRCCC) emperkenalkan 2 layanan dan juga 2 peralatan baru: Gastrointestinal Cancer Center (GCC) untuk pusat pelayanan tumor ganas sistem pencernaan kemudian organ dalam, Gynaecologic Oncology Center (GOC) untuk pusat pelayanan tumor ganas rahim. 

Klinik ini bertujuan untuk membantu menentukan diagnosa serta metode terapi yang tersebut terbaik untuk pasien yang mana diadakan oleh kelompok multi-displin yang terdiri dari dokter spesialis ginekologi, spesialis onkologi ahli konsultasi (KHOM), spesialis penyakit dalam, spesialis radiologi, juga perawat khusus onkologi. Layanan yang digunakan ditawarkan juga beragam mulai dari tindakan bedah onkologi, Brachytherapy, kemoterapi, hingga Cryotherapy.

Penanganan Kanker di dalam MRCC. (Dok. Istimewa)
Penanganan Kanker dalam MRCC. (Dok. Istimewa)

Klinik GOC juga menyediakan pusat informasi terkait neoplasma serviks, skrining lalu deteksi dini, dan juga terapi kanker, yang tersebut semua dapat diadakan pada di satu gedung sehingga hasil skrining juga tes dapat diterima dengan lebih besar cepat.

Sebagai penyedia layanan karsinoma swasta terbesar di tempat Indonesia, MRCCC sadar akan meningkatnya permintaan layanan radiografi untuk pasien kanker. Dalam kesempatan ini, MRCCC juga meresmikan alat PET/CT-Scan kedua untuk melengkapi prasarana serta alat penunjang lainnya seperti USG, Mammografi, MRI, PET/CT, dan juga laboratorium molekular diagnostik kemudian laboratorium patologi immunohistokimia yang berguna untuk menegakkan diagnosis lalu menentukan terapi.

PET/CT-Scan kedua ini mempunyai spesifikasi yang tersebut tertinggi di tempat kelasnya baik dari sisi kecepatan skrining, akurasi, lalu sensitivitas. PET/CT-Scan baru ini juga dapat digunakan untuk melakukan imaging terkait jantung kemudian saraf, sehingga dapat mendeteksi kelainan lainnya terlepas dari karsinoma juga tumor.

Terlebih lagi, alat baru dapat mengolah data hingga 40% lebih besar cepat dibandingkan dengan alat yang dimaksud sebelumnya, walau dengan dosis radiofarmaka yang tambahan sedikit.

Penambahan alat baru ini diharapkan dapat menambah total pasien yang dapat dilayani akibat waktu pemeriksaan yang tersebut berkurang menjadi 8-10 menit per pasien. MRCCC juga menambahkan alat Flow Cytometry untuk pemeriksaan karsinoma darah atau Leukemia Phenotyping dengan spesifikasi tertinggi di dalam kelasnya untuk dapat mendeteksi sel tumor ganas darah kemudian kelainan sel lainnya dengan TAT 72 jam.

RS Siloam menyadari peran juga tanggung jawab besar yang dimaksud diemban di pelayanan terhadap publik luas. MRCCC, sebagai bagian dari Grup RS Siloam miliki visi menjadi “Building of Hope” atau Rumah Harapan bagi semua pasien kanker.

Direktur MRCCC, dr. Adityawati Ganggaiswari, M.Biomed, MARS, mengatakan, “Seiring dengan bertambahnya perkara neoplasma dalam Indonesia yang digunakan semakin kompleks, pendekatan multidisiplin dari berbagai macam spesialis yang dimaksud terkoordinasi diperlukan untuk menciptakan prognosis optimal yang berfokus pada kesembuhan pasien. Untuk mengupayakan hal tersebut, hari ini MRCCC melakukan grand launching beberapa prasarana baru seperti GCC, GOC, alat PET/CT kedua, dan juga Flow Cytometry. Di MRCCC, deteksi dini, bedah onkologi, kemoterapi, juga radioterapi diadakan terpusat pada satu lokasi.”

“Kami terus mengembangkan diri lalu pada sepanjang tahun 2023 tercatat telah terjadi melayani tambahan dari 30.000 pasien kanker, lebih banyak dari 30.000 radioterapi, lebih besar dari 10.000 kemoterapi, lebih tinggi dari 6.000 prosedur pemindaian PET-CT, serta melakukan lebih lanjut dari 3.000 tindakan operasi. MRCCC menyediakan berbagai modalitas perawatan tumor ganas seperti bedah, kemoterapi, radioterapi, juga terapi yang customized seperti targeted therapy serta imunoterapi sesuai dengan hasil pemeriksaan genetik masing-masing individu.

Pengobatan karsinoma di dalam MRCCC ke depannya akan tambahan bersifat personalized berdasarkan jenis juga mutasi gen kanker. Contohnya, dua orang yang dimaksud terdiagnosis tumor ganas dada belum tentu membutuhkan terapi yang tersebut mirip sebab karakteristik sel tumor ganas dapat berbeda,” tambahnya.

Related Articles

Back to top button