Kesehatan

Kenapa Berbuka Puasa Dianjurkan Konsumsi Makanan Manis? Hal ini Alasan Kesehatannya

Liputan76 – JAKARTA – Waktu berbuka puasa menjadi momen yang tersebut ditunggu-tunggu setelahnya berpuasa seharian penuh. Menikmati gorengan menjadi salah satu favorit. Namun, kaum Muslimin disunnahkan untuk mengonsumsi makanan manis tambahan dulu. Hal ini alasannya.

Praktisi kesehatan, dr. Yohannes Toban Layuk Allo, M.Kes, Sp.OT (K) menjelaskan bahwa menyantap makanan manis usai berpuasa bukanlah sekadar tagline atau ungkapan biasa. Akan tetapi, mengkonsumsi makanan atau minuman manis memiliki alasan tersendiri bagi kesehatan.

Menurut dr. Toban, tubuh akan mengalami penurunan gula darah ketika seharian berpuasa. Hal ini yang mana menyebabkan muncul rasa lapar, lemas hingga hilangnya konsentrasi.

“Selain itu kalau lagi puasa kan gulanya turun, identik aja kalo kelaparan apa yang terjadi? Pusing, gak konsentrasi,” jelas dr. Toban ditemui di tempat Kebayoran Baru, belum lama ini.

Oleh karenanya, sangat disarankan untuk mengkonsumsi sesuatu yang tersebut manis, sebelum akhirnya makan besar. Sebab, makanan manis mengandung gula yang tersebut sanggup membantu mengatasi energi di tubuh.

“Berbukalah dengan yang manis itu bukanlah cuma tagline aja ternyata. Tapi dari sisi medisnya kenapa perlu berbuka dengan yang dimaksud manis, sebab yang manis kan biasanya ada isi gulanya. Gula ini diperlukan sebagai penambah energi tubuh,” ujarnya.

Selain itu, dr. Toban mengungkap bahwa ketika berpuasa pun tubuh akan mengalami dehidrasi atau kekurangan cairan. Ia pun sangat menyarankan rakyat yang dimaksud berpuasa untuk meminum larutan yang mengandung elektrolit.

Saat ini sudah ada banyak minuman elektrolit yang mana dijual pada pasaran, akan tetapi apabila ingin yang alami Anda sanggup meminum air kelapa murni setelahnya berbuka puasa.

“Karena pada pada waktu puasa memungkinkan adanya kekurangan cairan, teristimewa elektrolit, baiknya minum larutan yang digunakan mengandung elektrolit,” jelas.

Related Articles

Back to top button