Nasional

Ketua MK Cecar Saksi Bawaslu tentang Pemanggilan 176 Kepala Desa ke Polda Jateng

JAKARTA – Saksi dari Bawaslu , Nur Kholiq, menjawab perihal pengerahan 176 kepala desa ke Jawa Tengah (Jateng) yang tersebut dipanggil ke Mapolda Jateng, yang tersebut diduga terdapat unsur pemilihan pada dalamnya.

Hal itu direspons Kholiq melawan dalil pemohon yang digunakan meminta-minta agar Bawaslu mengklarifikasi pemanggilan banyak kepala desa yang dimaksud ke Mapolda Jateng.

“Kami jawab bukan (unsur Pemilu), lantaran kami tidak ada menemukan unsur keterkaitan dengan Pemilu,” ucap Kholiq pada sidang lanjutan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpres dalam Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Rabu (3/4/2024).

Ketua MK Suhartoyo pun ingin lebih tinggi yakin bahwa insiden pemanggilan kepala desa ke Jateng itu benar terjadi. Lantas Kholiq membenarkan kejadian yang disebutkan namun pertarungan yang dimaksud yang tersebut ia baca dari pemberitaan media massa tanpa mengkonfirmasi lebih banyak jauh.

“Tapi ada kegiatan pemanggilan itu? Di mana dipanggilnya?” tanya Suhartoyo.

“Kami tahu dari pemberitaan di dalam media, kalau pemberitaan di dalam media, (pemanggilan) ke Mapolda,” jawab Kholiq.

Suhartoyo pun menekankan kembali, bagaimana dapat Bawaslu Jateng meyakini pemanggilan 176 kepala desa itu tak dibumbui unsur Pemilu, Kholiq menjawab pemanggilan itu berkaitan dengan penyelidikan tindakan hukum korupsi.

“Kok bapak dapat simpulkan tidak ada ada kaitannya dengan Pemilu?” ucap Suhartoyo.

“Karena pada pemberitaan di dalam media itu disebutkan berkaitan dengan, penyelidikan tindakan hukum dugaan korupsi, jadi tidak ada ada singgungan kepemiluan,” jawab Kholiq.

Artikel ini disadur dari Ketua MK Cecar Saksi Bawaslu soal Pemanggilan 176 Kepala Desa ke Polda Jateng

Related Articles

Back to top button