Teknologi

Kominfo Tegur Biznet Soal Kebocoran 380 Juta Fakta Pengguna: Klarifikasi kemudian Tanggung Jawab Diperlukan!

Liputan76 – JAKARTA – Kementerian Komunikasi lalu Informatika (Kominfo) hari ini, hari terakhir pekan (15/3/2024) sudah ada mengirimi surat teguran untuk Biznet imbas kebocoran 380 jt data pengguna yang tersebut terjadi baru-baru ini.

Menurut Direktur Jenderal Aplikasi komputer Informatika Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan, surat dilayangkan terhadap perusahaan infrastruktur digital yang disebutkan guna mengklarifikasi apa yang dimaksud terjadi.

“Biznet kita sudah ada tangani. Hari ini kami kirim surat. Aturannya memang benar harusnya dia yang mana melapor terhadap kami tapi kalau sudah ada begini merekan harus mengklarifikasi,” ungkap Semuel di konferensi pers.

Pria yang mana kerap disapa Semy itu mengungkapkan bahwa sudah ada seharusnya perusahaan mempertanggungjawabkan data pengguna yang mana mereka kelola. Hal ini sesuai dengan Undang-undang Perlindungan Angka Pribadi.

Lebih lanjut ia menyebut, tiap-tiap perusahaan wajib menjaga data pengguna yang mana masuk di pengelolaannya. Dan apabila kebocoran telah terlanjur terjadi, maka perusahaan patut meningkatkan sistem keamanannya.

“Soalnya kalau bocor itu memunculkan kerugian, juga rakyat bisa jadi melakukan gugatan dan juga mereka itu akan kehilangan kepercayaan. Kami berharap para pemain memperhatikan aturan yang dimaksud ada kemudian memitigasi semua risiko yang tersebut muncul,” pungkasnya.

Sebelumnya, sebanyak lebih banyak dari 380 ribu data pengguna layanan Biznet bocor di dalam dark web. Hal ini seperti dikabarkan oleh pakar keamanan siber Teguh Aprianto di akun media sosial X miliknya, @secgron.

Dikatakan bahwa beratus-ratus ribu data yang dimaksud diduga bocor yang dimaksud terdiri dari data-data pribadi yang digunakan sangat sensitif, mulai dari nama, email, NIK, NPWP, nomor HP, alamat, serta masih berbagai lagi.

Teguh mengumumkan lebih besar dari 380 ribu data yang disebutkan dibocorkan oleh aktor penjahat siber yang dimaksud mengaku sebagai karyawan perusahaan Biznet sendiri.

Diungkapkan, karyawan yang tersebut tidak ada bertanggung jawab ini tega melakukan aksinya lantaran bukan setuju dengan kebijakan FUP yang digunakan baru semata diterapkan oleh Biznet.

Selain membocorkan data pengguna Biznet, penjahat itu juga memberikan ancaman untuk manajemen Biznet. Teguh menyampaikan bahwa penjahat akan melakukan tindakan yang dimaksud lebih tinggi fatal apabila keinginannya tidak ada dipenuhi.

“Jika sampai tanggal 25 Maret 2024 kebijakan terkait FUP ini tidaklah dihapus, sang threat actor juga akan merilis data internal Biznet Gio, layanan cloud computing milik Biznet,” kata Teguh dalampostingannya.

Related Articles

Back to top button