Ekonomi

Mahfud Md Sindir Food Estate: Tanam Jutaan Hektar Singkong, yang Tumbuh Jagung

Liputan76 – Debat Cawapres berlangsung alot, Mingguan (21/1/2024) kemarin. Mengangkat isu pangan, lingkungan, kemudian agraria, cawapres nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka mengklaim bahwa inisiatif food estate yang tersebut dicanangkan di dalam era presiden Joko Widodo atau Jokowi ada yang dimaksud berhasil.

Cawapres nomor urut 3, Mahfud Md tentu semata membantah ucapan Gibran pasca-debat. Kompak dengan Mahfud, cawapres nomor urut 1 Muhaimin Iskandar atau Cak Imin juga sependapat terkait kegagalan proyek tersebut. 

Menteri Koordinator Sektor Politik, Hukum, dan juga HAM itu berkicau di dalam Twitter yang mengindikasikan bahwa pernyataan Gibran salah. Dalam debat, Gibran mengumumkan salah satu megaproyek food estate yang sukses berada di dalam Kota Gunung Mas, Kalimantan Timur. Menanggapi hal itu, Mahmud menulis di dalam Twitternya, “Indonesia hebat spt Kolam Susu. Lah, menginvestasikan jutaan hektar singkong utk food estate yg bertambah jagung. Menanam singkong, panen jagung. Ajaib. Itu terjadi pada Gunung Mas. Eh ternyata jagungnyapun ditanam dgn goody bag sebab dalam tanah bergambut Gunung Mas tak mungkin saja bertambah jagung.”

Bantahan Mahfud terhadap ucapan Gibran pascadebat itu dilatarbelakangi oleh kondisi food estate pada Gunung Mas. Karakteristik lahan gambut pada wilayah itu dinilai tak cocok apabila ditanami jagung. Alhasil, alih – alih menyetorkan secara langsung di dalam tanah, penyetoran jagung justru dilaksanakan di area poly bag atau media tanam plastik. Istilah goody bag merupakan pelesetan untuk menyindir poly bag tersebut. 

Namun benarkah proyek food estate pada Gunung Mas berhasil kendati Gibran juga mengakui ada proyek sama yang gagal? 

Melansir situs resmi Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), menyebutkan bahwa proyek food estate justru merusak lingkungan hutan dalam wilayah Kalimantan, Sumatera lalu Papua.

Direktur Eksekutif Daerah Walhi Kalimantan Tengah, Bayu Herinata menyampaikan untuk food estate komoditas singkong dari luasan yang dimaksud menjadi Area Of Interest (AoI) tahap pertama seluas 32.000 Ha hasil pantauan di dalam lapangan telah lama membuka kawasan hutan seluas kurang lebih lanjut 600 Ha kemudian sudah pernah memberikan dampak kehancuran lingkungan oleh sebab itu terjadi banjir yang melanda desa-desa terdekat dari lokasi yang digunakan sudah pernah dibuka.

Lagipula, untuk tindakan hukum spesifik pada wilayah Gunung Mas, pemerintah diduga kuat hanya saja ingin menyelamatkan proyek food estate yang digunakan terlantar itu dengan menginvestasikan jagung pada polybag. Semula, lahan pada Gunung Mas didominasi oleh tumbuhan singkong yang dimaksud terlantar. Jagung yang tersebut meningkat subur justru berasal dari polybag. 

Sementara itu, website resmi eksekutif Kota Gunung Mas, penanman perdana jagung hibrida yang mana merupakan vegetasi kualitas unggul memang sebenarnya dilaksanakan pada 28 November 2023. Penanaman dijalankan oleh bupati dan juga jajaran organisasi perangkat wilayah (OPD) di area Kalimantan Timur. 

Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni

(Sumber: Suara.com)

Related Articles

Back to top button