Lifestyle

Makna Tobat Ekologis dan juga Surat Ar Rum Ayat 41: Ucapan ‘Sakti’ Cak Imin vs Mahfud MD

Liputan76 – Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 01 Muhaimin Iskandar (Cak Imin) lalu nomor urut 03 Mahfud MD masing-masing punya ucapan sakti kala berkompetisi di dalam Debat Cawapres putaran keempat.

Adapun di debat yang di tempat JCC Senayan, Jakarta, Hari Minggu (21/1/2024) itu, Cak Imin menyinggung persoalan tobat ekologis. Mahfud MD di dalam sisi lain merujuk kutipan Kitab Suci Al Quran Surat Ar Rum ayat ke-41.

Lantas, apa makna serta maksud dari dua ucapan sosok cawapres tersebut?

Makna Tobat Ekologis: Ternyata dikenalkan oleh Paus Fransiskus

Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut satu, Muhaimin Iskandar menyampaikan pemaparan pada waktu Debat Capres-Cawapres keempat di dalam JCC Senayan, Jakarta, Mingguan (21/1/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]
Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut satu, Muhaimin Iskandar menyampaikan pemaparan ketika Debat Capres-Cawapres keempat pada JCC Senayan, Jakarta, Mingguan (21/1/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]

Usut punya usut, istilah tobat ekologis diperkenalkan oleh pemimpin Gereja Katolik, Paus Fransiskus.

“Paus Fransiskus juga mengingatkan untuk kita semua sikap yang agak rawan masa depan kita, kita harus melakukan tobat ekologis,” kata Cak Imin.

Cak Imin pada debat yang dimaksud berbagai mengangkat tentang isu lingkungan hidup sebagai pokok kegiatan kerjanya bersatu Anies Baswedan.

Pria yang digunakan menjabat sebagai Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa atau PKB yang dimaksud menyoroti banyak sekali kehancuran lingkungan khususnya di dalam Tanah Air.

Sontak, Cak Imin meminta seluruh tokoh capres-cawapres lalu warga untuk melakukan tobat ekologis.

“Saya belaka mengundang Pak Prabowo, Pak Gibran, Pak Mahfud, Pak Ganjar, saya, Mas Anies, lalu siapa pun sama-sama tobat ekologis,” ajak Cak Imin pada debat tersebut.

Adapun merujuk ‘Laudato Si’ yang mana ditulis oleh sang Sri Paus, tobat ekologis berupaya menyelaraskan pandangan teologis terkait dengan tanggung jawab manusia untuk memelihara alam semesta.

Paus Fransiskus menyoroti bahwa manusia pada saat ini sudah menyebabkan lingkungan alam ke ambang kehancuran. Manusia harus tobat lantaran telah terjadi merusak alam semesta. 

Meski ditulis oleh kepala Gereja Katolik, tobat ekologis mempunyai nilai universal yakni bahwa setiap manusia tak pandang agama bertanggung jawab untuk memulihkan alam semesta seperti sedia kala.

Nilai yang dimaksud selaras dengan pernyataan Cak Imin yang menyoroti banyaknya wujud kehancuran alam semesta.

Makna Ar Rum: Balasan Mahfud MD ke Cak Imin

Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut tiga, Mahfud MD menyampaikan pemaparan ketika Debat Capres-Cawapres keempat di dalam JCC Senayan, Jakarta, Mingguan (21/1/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]
Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut tiga, Mahfud MD menyampaikan pemaparan ketika Debat Capres-Cawapres keempat pada JCC Senayan, Jakarta, Hari Minggu (21/1/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]

Mahfud MD juga tak ingin kalah dengan sosok Cak Imin dengan konsep tobat ekologis.

Sosok Menteri Koordinator Sektor Politik, Hukum, serta Keselamatan (Menko Polhukam) yang dimaksud mengutip Quran Surat Ar Rum ayat 41.

Ayat yang disebutkan memuat sebuah peringatan tegas yang berbunyi “Telah tampak kehancuran di dalam darat juga pada laut disebabkan perbuatan tangan manusia. (Melalui hal itu) Allah menciptakan merek merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan dia agar dia kembali (ke jalan yang benar).”

Tak jarak jauh berbeda dengan Cak Imin, ayat yang diambil Mahfud MD yang dimaksud juga memposisikan tanggung jawab manusia terhadap lingkungan hidup pada pandangan keagamaaan.

Mengutip penjelasan NU Online, ayat yang disebutkan diwahyukan ke Nabi Muhammad lantaran telah terjadi terjadi kerusakan.

Allah menurunkan wahyu yang dimaksud sebab manusia sudah menuhankan hawa nafsu sehingga berbagai terjadi eksploitasi alam semesta. Lebih lanjut, ayat yang dimaksud juga memuat perintah agar manusia kembali ke jalan yang dimaksud benar serta memelihara alam semesta. 

Kontributor : Armand Ilham

(Sumber: Suara.com)

Related Articles

Back to top button