Ekonomi

Melihat Perempuan di Lensa Ekonomi, Satgas UU Cipta Kerja serta Iwapi Gelar Workshop

Liputan76 – JAKARTA – Satgas Percepatan Sosialisasi Undang-undang atau UU Cipta Kerja mengadakan workshop sama-sama Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia ( IWAPI ) dalam Jakarta, beberapa waktu lalu. Workshop kali ini mengangkat tema “Hubungan Perempuan Pengusaha lalu Tenaga Kerja yang tersebut Inklusif kemudian Berkeadilan” yang mana bertepatan dengan peringatan tegas Hari Perempuan Internasional.

Ketua Pokja Sinergi Substansi Soalisasi Satgas UU Cipta Kerja, Tina Talisa menjelaskan, bahwa kompetisi workshop ini adalah sebagai bentuk pemberdayaan perempuan dari sisi ekonomi sehingga bisa jadi menjadi perempuan berdaya juga mandiri.

“Kolaborasi dengan IWAPI tiada hanya saja kami lakukan sekali saja, tetapi setiap tahun satgas mengundang IWAPI untuk melaksanakan workshop terkait perempuan di lensa ekonomi,” ungkap Tina di pertemuan sambutannya.

Lebih lanjut Tina menyatakan bahwa tujuan workshop kali ini tak semata-mata sosialisasi terkait pembuatan NIB ataupun SPP-IRT, tetapi bagaimana hubungan ketenagakerjaan secara mudah sehingga IWAPI sebagai pelaku usaha dapat memahami isu-isu yang mana perlu ditangani harus seperti apa pendekatannya berdasarkan UU yang mana berlaku.

“IWAPI sebagai pelaku usaha mempunyai peran untuk membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat, sehingga aturan terkait ketenagakerjaan perlu kami sampaikan,” jelas Tina.

Selanjutnya sambutan dari Ketua Pokja Kerjasama Fakta dan juga Informasi, I Ktut Hadi Priatna menegaskan, bahwa Satgas UU Cipta Kerja akan menerima berbagi macam masukan dari IWAPI, baik pada konteks ketenagakerjaan maupun perizinan mencoba untuk menyempurnakan PP 5/2021.

“Ke depannya, banyak hal yang digunakan perlu disinergikan antara pemerintah lalu IWAPI untuk mengupayakan Indonesia yang digunakan semakin progresif kemudian bersahabat dengan para pengusaha,” ungkap Ktut.

Kemudian Ketua Umum IWAPI, Nita Yudi menyampaikan, di sambutannya bahwa para pelaku perniagaan perempuan yang tersebut tergabung di tempat IWAPI menghadapi banyak kendala terkait permasalahan hukum antara pekerja dan juga pelaku usaha.

Related Articles

Back to top button