Otomotif

Mobil Hybrid Lebih Diminati dari Mobil Listrik?

Liputan76 – Informasi terbaru dari S&P Global Mobility menegaskan bahwa pemilik kendaraan bertenaga bakar tambahan cenderung beralih ke mobil hybrid daripada kendaraan bertenaga baterai.

Dilansir dari Carscoops, antara Januari lalu Oktober 2023, 8,3% rumah tangga yang miliki kendaraan bensin membeli hybrid tradisional atau hybrid plug-in sebagai penggantinya. Angka ini meningkat menjadi 9,9% pada bulan Oktober, naik 3,8% dari Oktober 2022.

Pada bulan Oktober, belaka 5,7% pemilik kendaraan bertenaga bensin yang tersebut beralih ke kendaraan bertenaga baterai.

Beberapa faktor mungkin saja berkontribusi terhadap hal ini. Menurut data dari AutoCreditInsight oleh S&P Global Mobility kemudian Transunion, pembayaran bulanan rata-rata untuk kendaraan gas baru di dalam Amerika Serikat adalah $675, sedangkan untuk hybrid adalah $670.

Rata-rata hybrid plug-in tambahan mahal, dengan pembayaran bulanan rata-rata $798. Kendaraan listrik bahkan lebih banyak mahal lagi, dengan pembeli mobil listrik membayar rata-rata $828 per bulan.

All New Honda Accord Meluncur pada Indonesia, Kamis (7/12/2023). (Foto: Suara.com)
All New Honda Accord Meluncur di tempat Indonesia, Kamis (7/12/2023). (Foto: Suara.com)

Honda CR-V Hybrid, Toyota RAV4 Hybrid, serta Honda Accord Hybrid adalah kendaraan hybrid yang tersebut paling populer pada antara pemilik kendaraan bertenaga pembakaran tradisional.

Tesla Model Y adalah kendaraan listrik yang mana paling populer pada kalangan pembeli mobil baru, dengan 112.195 pendaftaran dari Januari hingga Oktober. Tesla Model 3 menyusul dengan 60.417 pendaftaran.

Setelah Model Y dan juga Model 3 dikeluarkan dari persamaan, hanya saja sedikit mobil listrik lain yang digunakan muncul pada daftar.

Model-model hybrid yang tersebut populer untuk pemilik kendaraan bertenaga bensin termasuk Jeep Wrangler 4xe PHEV, Ford F-Series, Toyota Highlander, Toyota Sienna, Ford Maverick, Hyundai Tucson, Toyota Corolla, Lexus RX, Toyota Tundra, serta Kia Sportage.

Model-model ini menawarkan kombinasi efisiensi material bakar serta tenaga, sehingga menjadi pilihan tepat bagi para pengemudi yang dimaksud ingin menghemat uang untuk materi bakar tanpa mengorbankan performa.

Menurut Tom Libby, direktur asosiasi untuk solusi loyalitas juga analisis lapangan usaha untuk S&P Global Mobility, perpindahan sektor otomotif ke kendaraan listrik sepenuhnya kemungkinan besar tiada akan terjadi secepat yang dimaksud diharapkan oleh para pendukung kendaraan listrik.

Hal ini dikarenakan konsumen Amerika Serikat semakin memilih kendaraan yang dimaksud tambahan berkelanjutan juga hemat energi. Libby berpendapat bahwa tren memilih kendaraan hybrid daripada kendaraan listrik sepenuhnya dapat mengindikasikan keengganan untuk sepenuhnya menggunakan listrik sebagai alat penggerak.

(Sumber: Suara.com)

Related Articles

Back to top button