Lifestyle

Nia Ramadhani Rela Makan Hal ini Demi Naikkan Berat Badan, Tapi Hasilnya Malah…

Liputan76 – Meski bentuk tubuhnya kerap mendapat pujian umum lantaran disebut-sebut sebagai body goals idaman banyak wanita, Nia Ramadhani ternyata menyimpan keinginan besar untuk meninggikan berat badan.

Tapi, urusan meninggal berat badan ternyata tidak hal yang digunakan mudah bagi istri Ardi Bakrie tersebut.

Artis 33 tahun itu bahkan mengaku sampai rela mengubah pola makannya demi mampu meninggal berat badannya. Dalam Instagram Story baru-baru ini, ia mengunggah sebuah video tanpa pengumuman yang digunakan menunjukkan sepiring mi goreng serta telur dadar.

Ibu tiga anak itu menuliskan secara tersirat kalau hidangan itu sebenarnya bukanlah makanan ia sehari-hari.

“Makan telah seberantakan ini, berat badan gak naik juga,” tulis Nia pada postingannya itu, dikutipkan Mulai Pekan (22/1/2024).

Mantan pemain sinetron Bawang Merah Bawang Putih itu nampaknya sudah ada putus asa lantaran tidaklah tahu harus bagaimana lagi untuk meninggikan berat badannya.

Penyebab Berat Badan Sulit Naik

Naik turunnya berat badan seseorang bisa jadi dipengaruhi sejumlah faktor. Termasuk adanya permasalahan kebugaran yang dimaksud menjadi penyulut berat badan susah naik. Dikutip dari Halodoc, gangguan pada kelenjar tiroid bisa saja jadi salah satu faktor berat badan susah naik.

Kondisi itu menyebabkan sistem metabolisme tidaklah bekerja sebagaimana mestinya, sehingga tubuh gagal mengangkat nutrisi dari makanan secara maksimal.

Kekurangan gizi, depresi, dan juga mengonsumsi suplemen yang mana menekan nafsu makan juga bisa jadi menjadi faktor berat badan tiada naik secara signifikan.

Tak cuma itu, terlalu rutin olahraga juga mampu jadi alasan berat badan tidak ada naik padahal telah makan banyak. Alasannya, sebab energi yang tersebut mengundurkan diri dari lebih tinggi besar daripada kalori yang dimaksud masuk, makanya tiada ada penimbunan kalori yang dimaksud menjadi lemak di dalam di tubuh.

Selain kesulitan kesehatan, ada pula faktor genetik yang mana menyebabkan sebagian orang jadi susah gemuk. Menurut Rudolph Leibel, pakar hiperglikemia kemudian kemampuan fisik genetis dari Columbia University Medical Center, berat badan alami setiap orang terbentuk secara biologis juga genetis.

Pada akhirnya, tubuh akan menghadirkan kembali ke berat badan genetis tersebut. Ini adalah terjadi pada orang dengan berat badan apapun, baik gemuk maupun kurus.

(Sumber: Suara.com)

Related Articles

Back to top button