Teknologi

Nikon, Sony dan juga Canon Uji Coba Teknologi Baru untuk Bedakan Foto Asli juga Buatan Artificial Intelligence

Liputan76 – JAKARTA – Permasalahan foto asli serta foto palsu atau editan belakangan mencuat setelahnya teknologi artificial intelligence (AI) mampu menghasilkan kembali gambar mirip asli secara massif.

Untuk mengatasi permasalahan ini, sebagian pabrikan kamera Negeri Sakura diam-diam berada dalam menguji coba teknologi otentikasi baru yang bisa jadi membedakan foto asli serta editan. Nantinya akan tersemat watermark di dalam setiap foto yang mana dihasilkan.

Nikon, Sony, juga Canon adalah pabrikan yang tersebut berencana melakukan hal tersebut. Menurut perusahaan, langkah ini akan melindungi para jurnalis dari maraknya foto palsu yang dihasilkan oleh artificial intelligence (AI).

Ketiga pabrikan secara kolaboratif akan mengembangkan teknologi baru yang mana menampilkan tanda tangan digital yang digunakan tahan terhadap konten palsu. Sehingga para jurnalis bisa saja lebih besar cermat pada menyisipkan foto dalam medianya.

Teknologi watermark yang dimaksud inovatif ini diharapkan dapat diintegrasikan ke pada kamera yang digunakan diresmikan pada 2024. Watermark yang mana ditambahkan akan mencakup informasi penting seperti tanggal, waktu, lokasi, dan juga bahkan identitas fotografer.

Selain itu, perusahaan akan memperkenalkan layanan verifikasi berbasis web untuk mengautentikasi foto secara gratis. Untuk gambar yang dimaksud dilengkapi dengan watermark, situs web verifikasi akan menampilkan tanggal dan juga kredensial tertanam lainnya.

Dilansir dari Techspot, Kamis (4/1/2024), langkah ini penting mengingat pabrikan Jepun menguasai sekitar 90 persen bursa kamera global. Sony berencana menggabungkan teknologi ini ke pada tiga kamera SLR mirrorless “kelas profesional” melalui pembaruan firmware juga akan menyediakan server otentikasi sendiri untuk memverifikasi integritas tanda tangan digital.

Sementara Canon akan menawarkan layanan autentikasi sama pada 2024, kemudian perusahaan secara terlibat mengembangkan solusi untuk memasukkan tanda tangan digital ke pada konten video. Canon telah dilakukan berkolaborasi di inisiatif ini dengan kantor berita juga universitas sejak tahun 2019.

Maraknya layanan Teknologi AI generatif sudah pernah menyebabkan terciptanya konten deepfake yang dimaksud semakin canggih dan juga manipulasi gambar dari individu-individu terkemuka. Selain itu, kecepatan pembuatannya pun semakin cepat, dengan model generatif baru dari Universitas Tsinghua yang digunakan mampu menghasilkan kembali sekitar 700.000 gambar per hari.

(Sumber:SindoNews)

Related Articles

Back to top button