Nasional

Pakar Mikro Ekspresi Sebut Emosi Mahfud MD dalam Titik Didih Saat Diserang Gibran

Liputan76 – Emosi calon duta presiden (cawapres) nomor urut 3, Mahfud MD menurut Monica Kumalasari pakar gestur dan juga mikro ekspresi Fakultas Psikologi Universitas Indonesia memuncak pada debat cawapres kemarin malam. Utamanya ketika mendapat serangan dari cawapres nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka.

“Untuk nomor urut 3 saya mengamati bahwa kekesalannya memuncak dari skakmat yang digunakan disampaikan oleh (nomor urut) 2, menimbulkan Pak Mahfud menjadi hilang kendali secara halus,” ujar Monica terhadap Antara, seperti dikutip, Awal Minggu (22/1).

Monica mengatakan rasa kesal terlihat pada waktu Mahfud MD merespon “serangan” dari Cawapres nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka, ketika mengeksplorasi isu yang digunakan disebut Gibran “greenflation” atau naiknya harga hijau, ketika debat yang mana berlangsung Hari Minggu (21/1) malam.

Baca Juga:

  • Tak Hanya Jago Ngomong dan juga Main Game, Ternyata Alam Ganjar Bisa Breakdance
  • Viral Emak-emak Susuri Jalan Pedesaan Pasang Spanduk AMIN Secara Swadaya
  • Terkuak! Bawaslu Daerah Perkotaan Bekasi Ungkap Pihak yang dimaksud Turunkan Videotron Anies Baswedan

Pada momen itu, Monica menemukan pembaharuan mikro ekspresi di dalam wajah Mahfud MD, yang tersebut ditampakkan hampir sepanjang debat, yakni ekspresi contempt, di tempat mana salah satu ujung bibir naik ke atas.

“Contempt ini merupakan ekspresi di tempat mana yang bersangkutan menganggap bahwa lawan bicaranya itu lebih besar inferior. Nah, ini nampak bukanlah hanya sekali untuk Gibran saja, tetapi juga merespon (nomor urut) 1 (Muhaimin Iskandar) juga seperti itu,” jelas Monica.

Lebih lanjut, Monica menyatakan bahwa Mahfud MD mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan dengan baik, lalu konsisten dengan rasa percaya dirinya yang digunakan luar biasa tinggi.

Sementara itu, Monica Kumalasari menyampaikan bahwa calon perwakilan presiden nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka kerap menampilkan gestur kemudian ekspresi “menyerang” ketika debat keempat.

“Dari 02 kali ini berbeda dengan tampilan sebelumnya yang mana telah mendapatkan sentimen positif dari masyarakat, kali ini justru menampilkan ekspresi-ekspresi menyerang yang dimaksud bukan perlu,” kata Monica.

Menurut Monica, hal yang dimaksud justru memunculkan kesan serta sentimen negatif, bahkan menghilangkan citra santun yang mana dimiliki Gibran. Gestur yang disebutkan juga disayangkan, mengingat sentimen yang digunakan dibangun dari debat cawapres perdana Gibran sudah ada cukup impresif serta di area luar ekspektasi publik.

“Nah ini sejumlah hal-hal yang tidaklah perlu, dan juga tiada menyokong secara substansi yang mana disampaikan, sentimennya sangat negatif. Ini adalah justru mengherankan lantaran pada penampilan debat perdananya telah cukup baik, tetapi, kali ini justru malah menyerang (nomor urut) 1 juga 2, menghasilkan kesantunannya hilang untuk merespon terhadap yang dimaksud tambahan senior,” papar Monica.

(Sumber: Suara.com)

Related Articles

Back to top button