Nasional

Pemprov DKI Mau Perluas Kawasan LEZ Seperti Daerah Perkotaan Tua dan juga Tebet Eco Park, Berharap Ibukota Naik Kelas

Liputan76 – pemerintahan Provinsi DKI Ibukota Indonesia melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI DKI Jakarta berencana memperluas kawasan rendah emisi atau Low Emission Zone (LEZ). Kebijakan ini dilaksanakan untuk menurunkan dampak polusi udara di area Jakarta.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI DKI Jakarta Asep Kuswanto mengatakan, perluasan LEZ merupakan bagian dari strategi pengendalian pencemaran udara dalam Ibu Kota. Upaya ini diadakan sesuai Keputusan Gubernur (Kepgub) nomor 576 Tahun 2023 tentang Strategi Pengendalian Pencemaran Udara.

“Dalam poin Kepgub itu mengatur kajian terkait kriteria kawasan rendah emisi, penyusunan peraturan terkait kriteria kawasan rendah emisi, dan juga penetapan lokasi Kawasan Bebas Kendaraan Bermotor (permanen)” ujar Asep kepad wartawan, Awal Minggu (22/1/2024).

Asep menjelaskan, ketika ini Ibukota miliki dua kawasan rendah emisi yang mana berlokasi di area Kawasan Pusat Kota Tua dan juga Tebet Eco Park sebagai percontohan. Ke depan, gagasan mengenai kawasan rendah emisi akan semakin diperdalam dengan mengedepankan prinsip inklusivitas dan juga manfaatnya mampu dirasakan secara maksimal oleh warga.

Meski demikian Asep kekinian belum merinci lokasi mana cuma yang digunakan akan dijadikan sebagai kawasan LEZ.

Untuk mewujudkan misi perluasan kawasan rendah emisi tersebut, DLH bersinergi dengan Dinas Perhubungan DKI Jakarta, dengan memperhatikan keinginan mobilitas warga sehari-hari, memperhitungkan faktor kenyamanan, kesehatan, lalu keamanan pengguna.

Asep menambahkan, pada proses kajian kawasan rendah emisi, DLH dibantu berbagai pihak, salah satunya adalah gabungan Clean Air Catalyst (Catalyst), yang mana didukung oleh USAID, kemudian dilaksanakan oleh WRI Indonesia, Vital Strategies, juga ITDP Indonesia.

Konsorsium dalam tingkat internasional ini bergerak untuk percepatan perbaikan kualitas udara di dalam kota-kota dunia pada penanggulangan dampak buruk polusi udara.

“Kami berharap, dengan perluasan kawasan rendah emisi, Perkotaan DKI Jakarta naik kelas menuju kota global dengan kualitas udara yang semakin membaik,” kata Asep.

(Sumber: Suara.com)

Related Articles

Back to top button