Kesehatan

Pengaruh Makanan Manis terhadap Bidang Kesehatan Gigi Anak, Benarkah Bisa Bikin Gigi Berlubang?

Liputan76 – Anak-anak seringkali alami hambatan gigi berlubang atau karies. Tak hanya saja memproduksi dia mengeluh sakit gigi, permasalahan gigi berlubang ini juga akan mengakibatkan permasalahan estetika, pada mana bentuk gigi anak akan terlihat buruk.

Masalah gigi berlubang biasanya rutin dikaitkan dengan berbagai makanan manis seperti cokelat, permen, kue, kemudian lain-lain. Hal inilah yang tersebut kemudian memproduksi para orang tua sampai melarang tegas agar anaknya tidaklah mengonsumsi berbagai makanan tersebut.

Padahal, pada masa anak-anak, mereka banyak mempunyai keinginan untuk mencoba mengeksplor berbagai rasa makanan. Apalagi, makanan manis termasuk salah satu rasa yang digunakan sangat disenangi anak.

Lalu, benarkah makanan manis itu selalu buruk untuk gigi anak?

Menanggapi hal tersebut, Dokte Gigi sekaligus ketua eksekutif Audy Dental Clinic, drg. Yulita Bong, menyatakan bahwa pada dasarnya makanan-makanan yang disebutkan bukanlah hal yang mana harus sekali dilarang. Pasalnya, anak-anak memang sebenarnya senang mengonsumsi makanan manis.

Hanya saja, para orang tua harus bisa jadi mengontrol anak mengonsumsi makanan tersebut. Artinya, anak boleh mengonsumsi pada jumlah total tertentu dan juga tak berlebihan. Jika mereka itu mengonsumsi di jumlah agregat yang dimaksud cukup lalu minum air, ini akan menimbulkan giginya kembali bersih.

“Namanya anak-anak, pasti senang banget untuk mengonsumsi seperti permen susu lalu lain. Intinya lebih lanjut terhadap moderasi, maksudnya gigi itu kan rusak sebenarnya sebab ekposur itu terus-terusan. Kalau misalnya beliau makan coklat terus pada waktu itu secara langsung minum, giginya setelahnya bersih lagi, nggak masalah,” jelas drg. Yulita pada waktu diwawancarai pada Grand Opening The New Audy Dental Clinic lalu Aesthetic, Hari Jumat (12/1/2024).

Sementara jikalau anak mengonsumsinya berlebihan, itu nantinya akan menghasilkan gigi berlubang sehingga menjadi kesulitan untuknya.

“Tapi masalahnya, misalnya beliau makan terus-terusan lagi, misalnya udah coklat lalu permen, nah itu kan permen kita emut makin lama pada mulut, sehingga terjadinya proses gigi berlubangnya lebih banyak cepat,” sambungnya.

Untuk itu, para orang tua harus dapat mengontrol pemberian makanan manis tersebut. Dengan mengatur makanan manis itu, maka tiada hambatan apabila anak mengonsumsinya.

Namun, orang tua juga meyakinkan anak minum air putih setelahnya dan juga sikat gigi dengan rutin. Hal itu akan membantu menjaga kebugaran gigi anak.

“Jadi intinya tambahan kayak gimana kita ngatur porsi kemudian timing-nya. Kalau misalnya sesekali nggak masalah, namanya juga anak-anak. Dan pastinya juga minum air putih supaya di-flush mulutnya biar bersih, lalu jangan lupa sikat gigi. Jadi bukanlah menjadi musuh atau halangan,” pungkasnya.

(Sumber: Suara.com)

Related Articles

Back to top button