Ekonomi

Penipuan Global Digital Marak, Awas Kena Tipu

Liputan76 – Kecakapan digital (digital skill) merupakan aturan utama individu ketika melakukan aktivitas dunia digital. Individu dinilai cakap bermedia digital apabila mampu mengetahui, memahami, kemudian menggunakan perangkat keras serta lunak pada lanskap digital.

Pasalnya pada waktu ini dunia digital makin marak belaka ditemukan tindakan kecurangan yang digunakan merugikan masyarakat.

Praktisi komunikasi sekaligus pengajar Andi Widya Syadzwina menyatakan keterampilan digital dasar sebelum bermain media sosial menjadi hal yang digunakan penting.

Dengan keterampilan digital dasar yang dimaksud dimiliki memungkinkan untuk memanfaatkan teknologi, perangkat digital kemudian terhindar dari segala macam bentuk penipuan.

”Misalnya pemanfaatan ponsel pintar, komputer, mengoperasikan software tertentu serta program pengolah kata, mengatur setting privasi pada akun digital, memproduksi profile profesional secara online, menggunakan mesin pencari, hingga menggunakan jaringan komunikasi digital seperti email juga media sosial,” kata Andi pada sebuah diskusi virtual pada Mulai Pekan (26/2/2024).

Dirinya mengumumkan keahlian yang tersebut harus dimiliki di tempat era digital, yakni seperti komunikasi serta bahasa. ”Komunikasi berkaitan dengan kemampuan bersosialisasi juga memulai pembangunan jaringan pertemanan. Menguasai bahasa asing sangat penting sebagai nilai tambah menghadapi masa depan,” katanya.

Keahlian lainnya, yakni kemampuan menulis kreatif, berpikir kritis, analitis, juga kreatif. Sedangkan cermat di bermedia sosial menurut Wina, yakni: batasi waktu bermedia sosial, tetapkan tujuan, gunakan media sosial untuk mengembangkan potensi, ciptakan informasi – bukanlah hanya sekali menerima informasi.

”Lalu, gunakan video YouTube untuk meng-upload file video hasil karya sendiri, hindari konten berbau pornografi serta kekerasan, buat akun media sosial untuk memuat hasil foto bagus sendiri, berinteraksi dengan warganet lain dengan bijak, supaya tidaklah menyesal think before posting,” paparnya.

Sementara itu influencer Dyah Hakim menambahkan, etika menjadi pengguna media sosial yang dimaksud cermat, harus mampu memanfaatkan media sosial untuk kebebasan ekspresi yang tersebut kretif, inovatif, bijak, cerdas, serta patuh hukum, agar tetap saja menjadi budaya Indonesia yang tersebut ramah juga toleran.

”Berpikir sebelum mengunggah, jaga privasi serta tak mengunggah data pribadi, kenali teman, terapkan etika bermedia sosial, jauhi emosi dan juga manfaatkan unggahan untuk bersilaturahmi, batasi interaksi dengan media sosial, membaca juga menyebar informasi dari buku,” jelas Dyah Hakim.

Related Articles

Back to top button