Ekonomi

PLN EPI: Stok Bahan Bakar Pembangkit di Taraf Aman

Liputan76 – JAKARTA – Subholding PLN Tenaga Primer Indonesia (PLN EPI) menguatkan pasokan substansi bakar untuk pembangkit guna menegaskan kehandalan pasokan listrik selama periode Ramadan. Saat ini, stok unsur bakar pembangkit dipastikan pada taraf aman.

“Stok substansi bakar pembangkit ketika ini berada di taraf aman,” ujar Direktur Utama PLN EPI Iwan Agung Firstantara pada keterangannya, Akhir Pekan (17/3/2024).

Iwan menjelaskan, PLN EPI menjamin kecukupan materi bakar pembangkit dengan terus menguatkan rantai pasok dan juga memperbaiki tata cara pemenuhan substansi bakar pembangkit. PLN EPI juga memantau bongkar muat hingga pengadaan secara digital.

Iwan mengatakan, stok batu bara untuk pembangkit listrik secara umum berada di kondisi aman. Kebutuhan batu bara untuk pembangkit listrik pada waktu ini berada di kondisi aman dengan rata-rata di dalam melawan 20 Hari Operasi (HOP).

Stok batu bara pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) PLN untuk sistem Jawa-Madura-Bali (Jamali) mencapai 26,6 HOP. Sementara stok untuk sistem Sumatera-Kalimantan (Sumkal) 22,6 HOP, serta untuk Sulawesi-Maluku-Papua-Nusa Tenggara sebesar 32,6 HOP.

Untuk permintaan Liquefied Natural Gas (LNG), lanjut dia, stok ketika ini dalam menghadapi 20 HOP. Tercatat, keperluan gas untuk pembangkit listrik PLN secara nasional mencapai 1.220 BBTUD dengan rata-rata realisasi sebesar 1.229 BBTUD.

Sementara itu, pemenuhan keinginan BBM sebagai materi bakar pembangkit juga terus diperkuat dalam mana rata-rata stok BBM diseluruh sistem sekarang ini berada di area berhadapan dengan 11 HOP. “PLN EPI berikrar memberikan keamanan pasokan energi primer pembangkit yang dimaksud optimal agar publik dapat melaksanakan ibadah pada bulan Ramadan dengan nyaman serta khusuk,” tutupnya.

Related Articles

Back to top button