Ekonomi

PLN Siagakan Petugas Jaga Kelistrikan Andal selama Ramadan

Liputan76 – JAKARTA – PT PLN (Persero) terus melakukan siaga kelistrikan Ramadan di tempat berada dalam cuaca ekstrem yang dimaksud terjadi di area beberapa daerah. Lebih dari 81 ribu petugas dikerahkan untuk menjaga keandalan listrik di area seluruh Indonesia.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyatakan ketika ini sistem kelistrikan pada Indonesia secara umum pada kondisi normal dengan pasokan listrik yang dimaksud cukup. Meskipun demikian, pihaknya tetap memperlihatkan menyiagakan personel dalam lapangan agar dapat gerak cepat di menghadapi cuaca ekstrem.

“Aktivitas publik ketika Ramadan ini meningkat, mulai dari sahur pada dini hari, hingga tarawih pada waktu malam hari. Kami ingin semua rakyat mampu menjalaninya dengan nyaman,” ucap Darmawan di siaran pers, Mingguan (17/3/2024).

PLN memproyeksikan beban puncak nasional pada Ramadan berkembang sekitar 4,9% jika dibandingkan dengan tahun lalu atau sebesar 31.640 Megawatt (MW). Dengan daya mampu pasok sebesar 51.429 MW maka terdapat cadangan total sebesar 19.789 MW.

Darmawan menambahkan cuaca ekstrem seperti hujan disertai angin kencang juga banjir menjadi tantangan di menjaga keandalan listrik pada Ramadan kali ini. Untuk itu, dirinya telah lama mengerahkan petugas pada seluruh unit untuk melakukan siaga Ramadan di menjaga keandalan listrik.

“Memang ada tantangan cuaca ekstrem dalam beberapa daerah. Ada banjir di tempat Jawa Tengah lalu Kalimantan Timur, kemudian ada angin kencang di dalam NTT juga NTB. Kami telah siapkan petugas dan juga peralatan kerja pada lapangan. Jadi ketika terjadi gangguan akibat cuaca ekstrem, petugas dengan segera gerak cepat menangani,” ucap Darmawan.

PLN juga menyiagakan peralatan pendukung di periode siaga berbentuk 1.731 Genset, 735 Uninterruptible Power Supply (UPS), 1.091 Unit Gardu Bergerak (UGB), 116 Unit Kabel Bergerak (UKB) lalu 395 Crane. Guna memudahkan mobilisasi petugas, PLN menyiagakan kendaraan operasional 3.756 Mobil kemudian 3.318 Motor.

Darmawan juga mengimbau warga untuk masih berhati-hati pada mengoperasikan listrik di dalam rumah, khususnya ketika banjir sudah ada melanda. Warga perlu memindahkan peralatan listrik ke tempat yang mana aman juga segera mematikan listrik dari Miniature Circuite Breaker (MCB).

“Setelah itu segera hubungi PLN melalui PLN Mobile atau Kantor PLN terdekat untuk mengajukan permohonan pengamanan aliran listrik sementara waktu. Petugas PLN akan terus bersiaga sehingga ibadah yang digunakan dijalankan dapat berlangsung dengan nyaman,” pungkas Darmawan.

Related Articles

Back to top button