Nasional

Polisi Beberkan Isi HP Argiyan Pembunuh dan juga Pemerkosa Mahasiswi Gunadarma: Banyak Konten Video Porno!

Liputan76 – Polisi menyampaikan Argiyan Arbirama (19) terdakwa pembunuh lalu pemerkosa mahasiswi Gunadarma Depok, Kayla Rizki Andini alias KRA (20) mengoleksi konten-konten tak senonoh hingga video porno.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Wira Satya Triputra mengungkap hal yang disebutkan berdasar hasil pemeriksaan digital forensik terhadap handphone atau ponsel milik terperiksa Argiyan.

“Dari hasil penelusuran terhadap digital forensik terhadap handphone milik daripada pelaku ditemukan fakta bahwa di area di handphone milik pelaku yang disebutkan berbagai sekali tersimpan konten-konten termasuk video porno,” kata Wira di area Polda Metro Jaya, Jakarta, Mulai Pekan (22/1/2024).

Wira tak menyampaikan jumlah agregat konten atau video porno yang tersebut ditemukan di handphone terperiksa Argiyan. Dia semata-mata menegaskan bahwa jumlahnya cukup banyak.

“Video porno yang tersebut ini cukup banyak ya,” ujarnya.

Dalam ekspose tindakan hukum tersebut, penyidik Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya turut menghadirkan terperiksa Argiyan ke hadapan awak media.

Pantauan Suara.com, Argiyan tampak mengenakan baju tahanan berwarna oranye dengan kondisi tangan diborgol. Dia cuma tertunduk lesu ketika digiring penyidik ke hadapan awak media.

Wira mengungkap terperiksa Argiyan tidak ada belaka memperkosa juga membunuh Kayla. Menurutnya ada dua korban lainnya yang digunakan turut diperkosa juga dicabuli.

Kedua korban yang dimaksud berinisial N serta NH. N merupakan anak dalam bawah umur yang dimaksud kekinian berada dalam hamil 9 bulan akibat perbuatan terperiksa Argiyan.

“Tersangka juga merupakan buronan di tempat Polres Depok kemudian ada dua laporan polisi terkait aksi pidana pemerkosaan kemudian pencabulan anak dibawah umur,” jelas Wira.

Dilaporkan Ibu Kandung

Jasad Kayla ditemukan tewas pada sebuah kontrakan kawasan Sukmajaya, Depok, Jawa Barat, pada Kamis (18/1) lalu.

Terungkapnya tindakan hukum ini berawal dari laporan yang dilayangkan Fredricka Theodora (42) yang digunakan tidaklah lain merupakan ibu kandung terdakwa Argiyan. Dia melaporkan perkara ini setelahnya menerima arahan WhatsApp atau WA dari terperiksa Argiyan.

“Bahwa anak pelapor (Argiyan) sudah pernah mencekik lalu mengikat individu perempuan pada kontrakan,” jelas Kasie Humas Polres Metro Depok Iptu Made Budi terhadap wartawan, hari terakhir pekan (19/1).

Setelah melakukan pembunuhan serta pemerkosaan, terperiksa Argiyan melarikan diri ke rumah neneknya dalam Pekalongan, Jawa Tengah. Sampai pada akhirnya beliau berhasil ditangkap tanpa perlawanan.

(Sumber: Suara.com)

Related Articles

Back to top button