Otomotif

Respons Hyundai Soal Mobil Listrik China Dijual dengan Harga Murah

Liputan76 – JAKARTA – Peredaran mobil listrik pada Indonesia makin besar, dengan sebagian produsen jika China masuk juga menawarkan dengan tarif murah. Hyundai sebagai pionir pada jual kendaraan listrik di area Tanah Air akan datang bergabung peperangan harga jual murah?

Chief Operating Officer Hyundai Motors Indonesia (HMID) Fransiscus Soerjopranoto menyatakan pihaknya tak akan mengikuti jejak brand China. Dikatakannya, Hyundai miliki segmen konsumen tersendiri.

“Strategi Hyundai agak berbeda dengan merek lain. Kalau lihat dalam GIIAS ada satu merek keluarkan (harga) Rp189 juta, besok harinya mengundurkan diri dari (kompetitor) Rp188 juta. Hyundai bukan bermain seperti itu, mainnya tadi, yaitu pada sisi kualitas komoditas kemudian servis termasuk ekosistem. Kami bukan akan masuk ke area itu,” ujar Frans di tempat Ibukota Indonesia Selatan, belum lama ini.

Seperti diketahui, ketika ini pangsa Indonesia penampilan BYD yang digunakan memasarkan produknya dengan harga jual yang mana sangat terjangkau. Bahkan, sedan mewah BYD Seal dibanderol Rp700 jutaan, sementara Hyundai Ioniq 6 dijual Rp1,2 miliar.

“Kita akan teruskan yang tersebut namanya lingkungan sanggup dua, charging station. Kedua kita juga masuk ke hulu itu adalah pabrik baterai. Itu strategi kita di memasuki pasar. Gak harus juga merta bahwa ada mobil masuk terus terjadi peperangan harga,” kata Frans.

Chief Marketing Officer HMID Budi Nur Mukmin mengungkapkan mengenai penentuan tarif merupakan strategi transaksi jual beli setiap merek. Oleh sebab itu, ia tak merasa istilah pertempuran nilai tukar tepat untuk kondisi pangsa mobil listrik ketika ini.

“Saya tidak ada tahu kata pertempuran harga jual itu tepat. Karena setiap merek punya strategi sendiri ingin masuk ke segmen yang mana ingin dituju, kami juga punya strategi nilai tukar tertentu sesuai dengan karakteristik dari segmen itu,” katanya.

“Jadi dengan strategi itu, approach yang mana merekan lakukan saya gak dapat mengatakan apakah itu sebagai definisi peperangan harga,” sambungnya.

Budi menegaskan bahwa setiap perusahaan mempunyai kebijakan masing-masing, ditambah dengan bantuan dari pemerintah negara jika brand tersebut. Menurutnya, selisih nilai mobil listrik yang digunakan ada pada waktu ini merupakan strategi brand di menggaet konsumen.

“Definisi pertempuran tarif mungkin saja harus didefinisikan secara pasti, misal satu merek ada nilai tukar sekian, lainnya turun lagi itu mungkin saja itu konflik harga. Tapi kalau setiap merek punya strategi sendiri saya rasa itu tidak konflik harga, itu cuma strategi aja,” tuturnya.

Related Articles

Back to top button