Ekonomi

Rupiah Dibuka Stabil, Tapi Dihantui Pelemahan Imbas Turunnya Suku Bunga Acuan Negeri Paman Sam

Liputan76 – Skor tukar rupiah dibuka masih stabil terhadap dolar Amerika Serikat di tempat perdagangan awal pekan ini. Namun, pergerakan rupiah berpeluang melemah dipengaruhi sentimen pangsa terhadap kemungkinan penurunan suku bunga acuan Amerika Serikat (AS) atau Fed Funds Rate (FFR).

Pada awal perdagangan Senin, kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang dimaksud ditransaksikan antarbank di dalam Ibukota dibuka stabil dalam tempat Rp15.615 mirip dengan tempat pada penutupan perdagangan sebelumnya.

“Saya rasa rupiah masih akan sulit untuk menguat secara signifikan, dipengaruhi oleh mulai berkurangnya probabilitas penurunan FFR dalam bulan Maret,” kata ekonom Mirae Asset Sekuritas Rully Arya Wisnubroto seperti yang tersebut diambil dari Antara, Mulai Pekan (22/1/2024).

Baca Juga: Informan Return Reksadana lalu Faktor yang tersebut Memengaruhinya

Rully menyebut, penurunan suku bunga Negeri Paman Sam pada Maret 2024 terlalu optimis, lantaran data dunia usaha Negeri Paman Sam masih menunjukkan kondisi yang solid.

Data kegiatan ekonomi Negeri Paman Sam yang dimaksud antara lain merupakan tingkat pengangguran yang digunakan berada pada 3,7 persen, non farm payroll sebesar 216 ribu pada Desember 2023, dan juga peningkatan Barang Domestik Bruto (PDB) yang dimaksud cukup tinggi sebesar 4,9 persen pada kuartal III-2023.

Saat ini pelaku lingkungan ekonomi memperkirakan prospek 48 persen untuk pemangkasan suku bunga Negeri Paman Sam pada Maret 2024, dari sebelumnya sempat berada di tempat 70 persen pada Desember 2023.

Rully memprediksi rupiah pada perdagangan hari ini berpotensi bergerak di dalam kisaran Rp15.595 per dolar Negeri Paman Sam sampai dengan Rp15.640 per dolar AS.

(Sumber: Suara.com)

Related Articles

Back to top button