Nasional

Serba-serbi Green Inflation, Pertanyaan Gibran Bikin Mahfud MD Gagal Paham

Liputan76 – Debat Calon Wakil Presiden (Cawapres) 2024 diselenggarakan pada Akhir Pekan (21/1/2024). Sebagai salah satu topik yang dimaksud hangat dibicarakan hingga sekarang ini yaitu Green Inflation atau kenaikan harga hijau. Mungkin sejumlah yang mana belum tahu serba-serbi Green Inflation ini

Green Inflation menjadi pertanyaan yang dilontarkan oleh Cawapres nomor 2, Gibran Rakabuming Raka untuk Cawapres nomor urut 3, Mahfud MD. Putra sulung Presiden Joko Widodo itu bertanya terkait bagaimana cara untuk mengatasi green inflation. 

Pertanyaan yang dimaksud secara langsung ditanggapi oleh Mahfud MD, bahwa untuk menangani green inflation identik dengan ketika menjalankan ekonomi hijau dimana proses pemanfaatan hasil kegiatan ekonomi dapat dimanfaatkan dengan didaur ulang juga bukanlah dibuang.

Gibran menilai jawaban Mahfud justru menjelaskan masalah ekonomi hijau, bukanlah perihal green inflation. Lantas apa itu green inflation, berikut penjelasannya. 

Serba Serbi Green Inflation

Dilansir dari Euronews, green inflation merupakan kenaikan biaya barang yang diakibatkan oleh kebijakan lingkungan yang digunakan dibuat demi mengusung transisi menuju energi hijau. Ketika dijalankan transisi dari energi fosil ke energi terbarukan, akan ada peningkatan permintaan pangsa sehingga harga jual pasaran akan naik sesuai dengan supply barang yang mana tersedia.

Dalam dunia pasar, secara umum green inflation berarti kontribusi kebijakan lingkungan terhadap biaya penyediaan barang kemudian jasa yang dimaksud dilanjutkan melalui rantai pasokan ke harga jual konsumen. Saat pemerintah terus menerus melakukan inovasi transisi energi ke energi terbarukan, maka akan ada kenaikan nilai pada beberapa komoditi. Seperti pada komoditi export timah, nikel, bauksit hingga tembaga. 

Pada tahun ini, harga jual logam seperti timah, aluminum, tembaga, nikel-kobalt telah lama meningkat hingga mencapai nomor 91 persen. Sementara, logam-logam yang disebutkan termasuk pada teknologi bagian dari transisi energi ke energi terbarukan.

Hal ini tentu berdampak pada meningkatnya biaya produksi, sehingga untuk memberikan kompensasi harga, maka biaya jadi serta proses transportasi akan dinaikan. 

Peristiwa tersebut, dinilai akan berpengaruh pada kenaikan harga global yang tersebut ditargetkan dapat mencapai 2 persen per tahun yang merupakan nilai wajar.

Salah satu contoh dari green inflation adalah kebijakan pajak karbon yang mana masuk akal dari sudut pandang lingkungan hidup. Namun ternyata dapat menyebabkan tarif materi bakar naik. 

Seperti yang tersebut dikatakan Gibran, hal itu memicu pergerakan mengecam Rompi Kuning dalam Prancis pada tahun 2018 silam. Gibran pun merasa jawaban Mahfud MD melawan pertanyaan Green Inflation bukan relevan hingga menyebabkan heboh suasa debat cawapres 2024.. 

Kontributor : Rishna Maulina Pratama

(Sumber: Suara.com)

Related Articles

Back to top button