Ekonomi

SIG: Transformasi Industri Teknologi Digital Kini jadi Andalan Korporasi

Liputan76 – Dua anak perniagaan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG), yaitu PT Semen Tonasa dan juga PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI), terpilih sebagai National Lighthouse Industri 4.0 pada turnamen penganugerahan Lighthouse Industri 4.0 yang diselenggarakan oleh Kementerian Perindustrian.

Piagam Lighthouse Industri 4.0 diserahkan oleh Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita untuk Direktur Utama SIG, Donny Arsal kemudian Direktur Operasi SIG, Reni Wulandari, dalam JS Luwansa Hotel, Kuningan, Ibukota pada pekan lalu.

Penganugerahan Lighthouse Industri 4.0 diberikan untuk perusahaan yang dinilai mampu menjadi percontohan (role model) bagi bidang lainnya pada perubahan fundamental kemudian implementasi Industri 4.0 untuk mengupayakan dampak finansial/ekonomi, operasional kemudian teknologi.

Perusahaan yang dimaksud ditunjuk sebagai Lighthouse Industri 4.0 juga dinilai mampu bertindak sebagai acuan bagi lapangan usaha lainnya di implementasi teknologi Industri 4.0 seperti kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), manufaktur aditif lalu analitik canggih, juga peningkatan sistem produksi.

PT Semen Tonasa terpilih sebagai National Lighthouse Industri 4.0 menghadapi Operational Excellence (Energy Management) use case melalui penerapan teknologi Expert Optimizer lalu Tonasa Energy Management Center (TEMC) berbasis Artificial Intelligent, Machine Learning, kemudian Model Predictive Control.

Sementara itu, SBI terpilih sebagai National Lighthouse Industri 4.0 melawan Integrated Waste Management use case melalui penerapan teknologi RDF (Refuse Derived Fuel) Angka Analytics serta Nathabumi E-Performance yang dimaksud terintegrasi.

Direktur Utama SIG, Donny Arsal mengatakan, sebagai perusahaan solusi komponen bangunan terdepan pada Indonesia, SIG senantiasa fokus menjalankan perubahan sektor berbasis teknologi yang digunakan menjadi keunggulan kompetitif Korporasi untuk meningkatkan daya saing juga mempertahankan kepemimpinan pasar.

“Terpilihnya PT Semen Tonasa dan juga SBI sebagai National Lighthouse Industri 4.0 merupakan pengakuan berhadapan dengan keberhasilan metamorfosis Industri 4.0 dalam lingkungan SIG Group. SIG berazam untuk terus berinovasi menciptakan terobosan pada proses kegiatan bisnis melalui penerapan teknologi yang digunakan terintegrasi dan juga menyeluruh untuk mencapai optimalisasi rantai pasok,” kata Donny Arsal.

Sementara itu, Direktur Operasi SIG, Reni Wulandari menyampaikan bahwa perjalanan perubahan fundamental Industri 4.0 SIG telah lama dimulai sejak 2011 melalui implementasi ERP (Enterprise Resource Planning), penerapan Plant Information System, perbaikan proses industri menyeluruh, lalu implementasi inisiatif digitalisasi untuk industri inti juga pendukungnya.

“Setelah ditetapkannya PT Semen Tonasa dan juga SBI sebagai perusahaan berpredikat National Lighthouse Industri 4.0 di tempat Indonesia dan juga sejalan dengan road map Kementerian BUMN, SIG akan terus menciptakan perubahan berbasis teknologi menuju Global Lighthouse Network Industri 4.0,” kata Reni Wulandari.

Pada usecase Operational Excellence (Energy Management) yang dimaksud dijalankan oleh PT Semen Tonasa, penerapan teknologi Expert Optimizer akan memperkuat stabilisasi kemudian optimalisasi parameter proses produksi semen. Expert Optimizer telah lama diterapkan pada proses produksi pada raw mill, kiln, kemudian cement mill di area Plant Tonasa 5. Teknologi ini terbukti memberikan dampak pada peningkatan kapasitas produksi hingga 3,18%, juga penurunan pada konsumsi energi termal spesifik sebesar 1,76% lalu pada konsumsi energi listrik spesifik hingga 2,63%.

Sedangkan Tonasa Energy Management Center (TEMC) di dalam PT Semen Tonasa menjadi pusat kendali energi perusahaan berbasis Kecerdasan Buatan yang tersebut dapat menjalankan juga mengintegrasikan seluruh data terkait energi, sehingga memunculkan realtime dashboard and reporting, dan juga rekomendasi parameter operasi yang tersebut optimal. Melalui TEMC, PT Semen Tonasa berhasil menghemat pemanfaatan energi hingga 4.899 Terajoule (TJ) atau setara dengan 167.228 ton batu bara yang berkontribusi pada penghematan biaya energi, juga penurunan emisi CO2 sebesar 488.000 ton.

Adapun Integrated Waste Management usecase yang diterapkan SBI melalui unit bidang usaha pengelolaan limbah Nathabumi, bertujuan meningkatkan pasokan serta optimalisasi produktivitas pada operasional RDF Plant Cilacap. RDF merupakan materi bakar alternatif yang digunakan dihasilkan dari pengelolaan sampah perkotaan. Solusi ini bukan cuma membantu pemerintah mengatasi persoalan
sampah, tetapi juga menyokong terciptanya lingkungan yang dimaksud sehat, sekaligus memberikan kegunaan ekonomi.

Penerapan teknologi RDF Angka Analytics serta Nathabumi E-Performance telah dilakukan berdampak positif pada peningkatan pasokan RDF sebesar 10%, produktivitas RDF plant sebesar 67%, juga mitra usaha sebesar 25%. Pada aspek lingkungan lalu sosial, teknologi yang disebutkan sudah pernah membantu mengempiskan konsumsi batu bara sebanyak 1.800 ton kemudian tingkat emisi CO2 sebesar 2.100 ton, dan juga meningkatkan penyerapan sampah di dalam Daerah Perkotaan Cilacap sebesar 20%.

Related Articles

Back to top button