Otomotif

Stasiun Hidrogen Dukung NZE, AEPI Berikan Penilaian Hal ini

Liputan76 – Net Zero Emission atau NZE 2060 adalah target yang tersebut ditetapkan otoritas Republik Indonesia untuk kondisi udara bebas polusi.

Langkah ke arah realisasinya terus digencarkan, antara lain dengan imbauan pengaplikasian kendaraan listrik atau Electric Vehicle (EV) juga terus merancang sistem ekologi material bakar non-minyak bumi atau tidak Bahan Bakar Minyak (BBM).

Selain EV menggunakan sumber daya sel tenaga listrik, juga dikenal energi hidrogen di sel hidrogen. Implementasinya telah luas, antara lain di dalam Amerika Serikat digunakan sebagai unsur bakar kendaraan pribadi sampai truk EV atau kendaraan komersial tenaga listrik.

Bagaimana pada Indonesia?

Beberapa ketika lalu, PT PLN (Persero) lewat PLN Indonesia Power sudah pernah memulai pembangunan Hydrogen Refueling Station (HRS) yang mana diresmikan pekan lalu (21/2/2024). Sebelumnya telah dilakukan diadakan studi mendalam yang mana menggunakan materi New Toyota Mirai. Sebuah mobil tenaga hidrogen buatan Toyota. Irisan penampang atau cross section untuk menyimak kinerja mesinnya sanggup disimak pada xEV Centre, PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Karawang, Jawa Barat.

Fasilitas xEV Center Toyota di area Karawang, Jawa Barat. [ANTARA/Ade Irma Junida].
Fasilitas xEV Center Toyota di tempat Karawang, Jawa Barat.  Antara lain menampilkan mobil Electric Vehicle atau EV tenaga listrik serta hidrogen [ANTARA/Ade Irma Junida].

HRS dari PT PLN Indonesia Power berlokasi pada Senayan, Ibukota Pusat. Bangunan berisi prasarana charger electric vehicle berbasis hydrogen, dan juga Hydrogen Centre sebagai pusat pelatihan lalu lembaga pendidikan terkait hidrogen di area Indonesia.

Penggunaan HRS mampu menekan importasi 1,59 jt liter komponen bakar minyak/BBM per tahun. Selain penghematan pemanfaatan BBM berbasis fosil, penurunan emisi dipastikan terjadi sebesar 4,15 jt kg per tahun.

Direktur Asosiasi Kondisi Keuangan kemudian Politik Indonesia (AEPI) Salamudin Daeng menilai pengembangan HRS oleh PT Indonesia Power, subholding PT PLN (Persero) sebagai tonggak portofolio baru energi baru lalu energi terbarukan pada sektor otomotif.

“Dengan pengembangan Hydrogen Refueling Station membuktikan bahwa sejarah baru telah lama diukir Indonesia di mencapai langkah mewujudkan NZE di area sektor otomotif,” jelasnya pada Selasa (27/2/2024).

PLN Indonesia Power telah dilakukan membuktikan komitmen korporasi pada membantu target pemerintah menuju NZE 2060 lewat pemakaian energi bersih.

Hal itu juga membuktikan bahwa PT PLN Persero melalui subholdingnya PT PLN Indonesia Power telah terjadi membuktikan komitmen transisi energi dengan menjalankan metamorfosis dari energi fosil menuju energi bersih.

Salamudin Daeng menyatakan bahwa pengembangan HRS akan segera dilanjutkan dengan implementasi hidrogen bagi kendaraan juga PLN Indonesia Power berada dalam memulai di pengerjaan ekosistem kendaraan listrik berbahan bakar hidrogen.

Saat ini, prospek hidrogen yang tersebut dihasilkan mampu mencapai 128 ton per tahun atau setara untuk konsumsi energi 450 unit mobil per tahun, dengan Pusat Hidrogen yang dimiliki PLN pada waktu ini diharapkan akselerasi penelitian lalu pengembangan menuju energi hijau serta bersih.

Salamuddin Daeng menambahkan HRS adalah hilir dari implementasi Green Hydrogen Plant (GHP) yang tersebut antara lain merupakan residu dari Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi/PLTP, Pembangkit Listrik Tenaga Uap/PLTU juga Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan juga Uap/PLTGU.

“HRS yang digunakan merupakan ekosistem kendaraan listrik ini akan dapat digunakan oleh seluruh rakyat Indonesia,” tutupnya.

Related Articles

Back to top button