Kesehatan

Takut Kena Stigma, Dokter Sebut Remaja Masih Suka Cari Info Bidang Kesehatan Mental di dalam Ponsel Dibandingkan Konsultasi

Liputan76 – Tantangan kebugaran mental ketika ini menjadi salah satu hal yang banyak menjadi perbincangan khususnya bagi remaja. Pasalnya, permasalahan kemampuan fisik mental ini akan berpengaruh pada kondisi tubuh fisik. 

Terlebih lagi dengan banyaknya perkara hambatan kemampuan fisik mental, dan juga tingkat bunuh diri di area kalangan remaja. Hal ini menimbulkan isu kemampuan fisik mental menjadi hal yang digunakan patut diperhatikan.

Namun, bukan mampu dipungkiri beberapa remaja masih belum menerima apabila alami kesulitan pada kondisi tubuh mentalnya. Hal ini akibat stereotip yang mana ada dalam rakyat menyebabkan remaja takut untuk menghadapi kondisi yang tersebut dialaminya.

Vice Director Medical Services Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), dr. Dody Alamsyah Siregar, MPH. (Suara.com/Fajar Ramadhan)
Vice Director Medical Services Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), dr. Dody Alamsyah Siregar, MPH. (Suara.com/Fajar Ramadhan)

Vice Director Medical Services Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), dr. Dody Alamsyah Siregar, MPH mengatakan, hambatan mental ini masih dianggap sebagai kondisi gangguan jiwa dengan pandangan buruk. Pada akhirnya, para remaja justru memilih untuk mencari solusi melalui ponsel dibandingkan  konsultasi ke psikiater maupun psikologi.

“Kesehatan mental ini dianggap sesuatu yang dimaksud buruk, hambatan kejiwaan sehingga malu untuk konsultasi. Akhir remaja-remaja, paling bukanya di dalam HP lalu mencari di dalam sana dibandingkan konsultasi,” jelas dr. Doddy pada konferensi pers IHC RS Pusat Pertamina 2024 ‘Lintas Generasi Hingga Kini’, Rabu (10/1/2024).

Melihat remaja yang malu sehingga mengambil keputusan mencari informasi melalui ponsel itu, penting adanya edukasi yang dimaksud diadakan melalui ponsel. Selain itu, hal ini juga sanggup dijalankan dengan telemedis yang dimaksud memfokuskan para pasien konsultasi melalui ponsel tanpa harus ke rumah sakit.

Hal ini juga dilaksanakan RSPP yang dimaksud membuka layanan konsultasi melalui daring dan juga adanya edukasi pada media sosial. Di sisi lain, pihaknya juga walaupun sebuah rumah sakit juga membuka layanan konsultasi untuk permasalahan kebugaran mental. Hal ini diadakan untuk membantu masyarakat, terkhusus generasi muda untuk hadapi persoalan hambatan kemampuan fisik mental.

Bukan belaka berfokus pada kemampuan fisik mental, pihaknya juga bekerja mirip dengan Mayo Clinic Care Network (MCCN) dan juga menyediakan berbagai permasalahan kondisi kondisi tubuh lainnya pada antaranya:

  • MCU one stop service;
  • Klinik Vaksin tersertifikasi ICV (International Certificate Vaccination);
  • Poliklinik Eksekutif termasuk poli gigi eksekutif;
  • Beauty and Wellness Center (meliputi Estetika Center yang digunakan akan ditangani oleh dokter spesialis dermis serta bedah plastic yang digunakan dipadukan dengan cutting-edge technology. Dan layanan wellness yaitu acara kemampuan fisik dan juga penurunan berat badan dimana akan ada kolaborasi antara dokter spesialis gizi, akupuntur juga hipnoterapi.;
  • Mental health Clinic, kolaborasi dokter kemampuan fisik jiwa dengan psikolog;
  • Home care yang dimaksud pada waktu ini sejumlah dikenal oleh banyak masyarakat, teristimewa pada pada waktu pandemic covid-19. Layanan home care kami berbagai dari kalangan menteri, pejabat, menteri sampai dengan warga umum.;
  • Burn Unit (Luka Bakar);
  • On Progress Infertilitas Klinik dan juga memori klinik.             

(Sumber: Suara.com)

Related Articles

Back to top button