Kesehatan

Telemedisin Bantu Pengobatan HIV-AIDS di area Jakarta, Gimana Cara Kerjanya?

Liputan76 – Telemedisin adalah praktik pelayanan kondisi tubuh jarak jarak jauh yang tersebut memanfaatkan teknologi komunikasi, seperti telepon atau video konferensi, untuk menyediakan konsultasi medis, diagnosis, lalu penyembuhan tanpa memerlukan penampilan fisik pasien lalu dokter dalam tempat yang dimaksud sama.

Dengan menggunakan teknologi digital, telemedisin memungkinkan pasien untuk mendapatkan layanan kemampuan fisik secara efisien, cepat, lalu nyaman dari jarak jauh. Ini adalah mencakup berbagai layanan, termasuk telekonsultasi, pemantauan jarak jauh, dan juga pengiriman resep kemudian hasil uji laboratorium melalui media online, memperkuat akses layanan kebugaran yang dimaksud tambahan luas kemudian praktis.

Salah satu faedah terbesar penyelenggaraan telemedisin adalah penanganan juga perawatan HIV-AIDS di area Jakarta. Hal ini dibuktikan lewat suksesnya layanan pengantaran obat Anti-Retroviral (ARV) yang dimaksud dikenal sebagai Jak-Anter. Awalnya, layanan ini dicanangkan oleh Dinas Bidang Kesehatan Provinsi DKI untuk menjamin kelangsungan perawatan ARV bagi Orang dengan HIV (ODHIV) selama pandemi COVID-19. Kini berkat proyek LINKAGES EpiC dengan dukungan dari USAID, Jak-Anter sudah bertransformasi menjadi wadah digital yang mana dapat diakses melalui aplikasi mobile Grab Health.

Kepala Pusat Informasi dan juga Teknologi Pengetahuan Kesejahteraan Daerah, Dinas Bidang Kesehatan DKI Jakarta, dr. Verry Adrian, M.Epid. membeberkan khasiat kerja sejenis instansi pemerintah serta sektor swasta ini di dalam konferensi dunia Fast Track Cities 2023 pada Amsterdam, Belanda.

“Dalam Fast Track Cities 2023 di tempat Amsterdam, saya memaparkan layanan Jak-Anter sebagai upaya Ibukota Indonesia di mengendalikan HIV melalui kolaborasi dengan sektor swasta untuk mengupayakan penyembuhan HIV berbasis rumah. Dengan layanan Jak-Anter, diharapkan tidak ada seorangpun klien HIV-AIDS di area DKI Ibukota yang dimaksud tertinggal pada memperoleh layanan kesehatan,” tuturnya di keterangan yang dimaksud diterima Suara.com.

Obat ARV Bagi ODHA. (Shutterstock)
Obat ARV Bagi ODHA. (Shutterstock)

Dalam waktu singkat, Jak-Anter berhasil memperluas jangkauannya dari 11 puskesmas dan juga 1 klinik swasta pada fase uji coba awal menjadi tambahan dari 40 layanan puskesmas di tempat DKI Jakarta. Bahkan, layanan ini berada dalam di proses perluasan ke berbagai rumah sakit yang mana melayani ODHIV, memberikan kemudahan akses layanan kebugaran bagi klien ODHIV tanpa harus mengundurkan diri dari rumah.

“Perluasan layanan Jak-Anter ke sebagian besar puskesmas pada DKI Ibukota memberikan kemudahan bagi klien ODHIV untuk mengakses layanan kebugaran yang mana cepat serta efisien tanpa harus pergi dari rumah,” ujar Enilda Martin, Direktur Kantor Aspek Kesehatan USAID Indonesia.

Dalam mengomentari pencapaian ini, dr. Ega Bonar Bastari, VP of Medical Operations PT Good Doctor Technology, menyatakan telemedisin dapat mengatasi hambatan di pengelolaan HIV-AIDS. Teknologi kebugaran yang dimaksud dimilikinya memungkinkan semua klien HIV-AIDS pada DKI Ibukota Indonesia mendapatkan layanan dengan cepat, aman, serta nyaman.

“Sebagai telemedisin pertama yang digunakan bekerja sejenis dengan EpiC Indonesia serta Dinas Bidang Kesehatan DKI DKI Jakarta untuk memfasilitasi pelayanan kebugaran berbasis teknologi digital, kami terus membuka diri untuk menjalin kerja identik dengan pemerintah kemudian organisasi penduduk sipil sehingga seluruh klien HIV-AIDS maupun penyakit-penyakit kronis lain di tempat Indonesia dapat terlayani dengan baik seperti para klien pada DKI Jakarta. Dengan demikian, target untuk mengakhiri AIDS pada 2030 dapat tercapai,” tutupnya.

Related Articles

Back to top button