Otomotif

Terlibat Skandal Utang Suku Cadang, Honda Pernyataan Akan Melunasi

Liputan76 – TEXAS – Industri otomotif Negeri Matahari Terbit terkejut awal bulan ini ketika Nissan didenda 3 miliar Yen oleh Komisi Perdagangan Adil Jepun (Japan Fair Trade Commission) berhadapan dengan utang puluhan tahun untuk pemasok.


Kejadian ini memicu perasaan khawatir pelaku sektor terhadap stabilitas pasokan lalu hubungan dengan pemasok.

Seperti dilansir dari Asia Nikkei baru-baru ini mengungkapkan bahwa Honda akan mengubah kebijakan pembayarannya untuk pemasoknya, beralih ke pembayaran penuh, tidak mencicil suku cadang mobil.

Sebagai catatan, logam yang tersebut digunakan pada pembuatan suku cadang mobil seringkali dibuat sesuai pesanan kemudian memenuhi standar kualitas yang dimaksud sangat ketat.

Namun, bagi pembuat suku cadang, langkah ini memungkinkan dia menerima pembangunan ekonomi awal yang besar.

Sebuah perusahaan suku cadang yang tersebut bekerja sebanding dengan Honda mengungkapkan untuk Nikkei bahwa pembayaran penuh akan membantu mengempiskan risiko terkait pemulihan dana dan juga menurunkan biaya bunga.

Ia menambahkan, langkah ini juga dinilai dapat meningkatkan daya saing perusahaan suku cadang akibat kenaikan upah yang dimaksud dialami melebihi rantai pasok.

Namun, tidak ada semua perusahaan suku cadang bersedia menerima pembayaran penuh ini. Hal ini disebabkan ‘kebiasaan lama’ di tempat lapangan usaha yang tersebut telah lama mempraktekkan pembayaran angsuran selama lebih besar dari 20 tahun.

Bagi beberapa perusahaan, pembayaran angsuran yang disebutkan telah menjadi rutinitas dan juga sulit diubah.

Dari sudut pandang produsen kendaraan, langkah Honda untuk mengubah kebijakan pembayaran merupakan langkah strategis di menjawab tantangan tersebut, dengan harapan dapat menjaga stabilitas rantai pasokan lapangan usaha otomotif Jepang.

Related Articles

Back to top button